7 Manfaat Memelihara Kucing Menurut Studi Ilmiah: Turunkan Stres hingga Cegah Penyakit Jantung

7 Manfaat Memelihara Kucing Menurut Studi Ilmiah: Turunkan Stres hingga Cegah Penyakit Jantung

ilustrasi (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews – Sejumlah studi ilmiah di dunia mengungkap fakta menarik tentang manfaat nyata memelihara kucing di rumah. Ternyata, interaksi sederhana seperti membelai, bermain, atau sekadar mendengar suara dengkurannya mampu mempengaruhi respons tubuh manusia, mulai dari menurunkan stres hingga membantu relaksasi.

Bahkan, manfaat ini disebut bisa dirasakan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Tak sedikit peneliti yang kemudian mengaitkan kepemilikan hewan peliharaan dengan peningkatan kualitas hidup. Karena itu, memelihara kucing kini dinilai bukan sekadar hobi, tetapi juga dapat memberi dampak positif bagi kesehatan sehari-hari.

Baca juga: BPOM Mulai Awasi Vape Juli 2026, Pelarangan Total Tak Terburu-buru

Berikut rangkuman manfaat memelihara kucing berdasarkan sejumlah penelitian:

1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Hasil penelitian di Australia yang melibatkan 5.741 subjek menemukan, pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memelihara hewan, dengan profil sosioekonomi dan indeks massa tubuh yang sama.

2. Menurunkan Stres

Menyentuh atau memeluk kucing merangsang pelepasan endorfin, hormon alami pereda nyeri dan peningkat suasana hati. Merawat serta bermain dengan kucing juga memberikan kesempatan untuk aktivitas fisik yang dapat meningkatkan energi dan mengurangi gejala fisik stres.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Pusat Penelitian Universitas Minnesota, Amerika Serikat, menemukan bahwa orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal karena penyakit jantung sekitar 30-40 persen lebih tinggi dibandingkan pemilik kucing. Studi ini mengamati 4.435 orang selama satu dekade.

4. Membantu Anak Penderita Autisme

Penelitian University of Missouri menunjukkan interaksi sosial anak autisme meningkat signifikan saat mereka bersama hewan peliharaan. Hampir setengah keluarga yang diteliti memiliki kucing. Para orang tua melaporkan adanya ikatan emosional kuat antara mereka dan anak-anak mereka.

5. Menyembuhkan Nyeri Tulang, Sendi, dan Otot

Suara dengkuran atau purring kucing memiliki kemampuan penyembuhan bagi nyeri tulang dan otot manusia. Frekuensi getaran dengkuran kucing berada pada kisaran 20-140 Hz yang terkait dengan efek terapeutik tersebut.

6. Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

Interaksi dengan kucing memicu pelepasan hormon oksitosin atau hormon cinta dan koneksi sosial. Riset menunjukkan peningkatan kadar oksitosin dalam darah saat seseorang berinteraksi dengan kucing, yang berkontribusi pada relaksasi dan kebahagiaan.

Penelitian Allen dkk. (2020) juga membuktikan, bermain dengan kucing selama sesi terapi dapat mengurangi kadar kortisol. Partisipan yang berinteraksi dengan kucing mengalami penurunan signifikan tingkat kecemasan dan merasa lebih rileks.

Baca juga: Jangan Salah Pilih, Ini 10 Cacat Hewan yang Bikin Kurban Tidak Sah

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Memelihara kucing dapat melindungi anak-anak dari risiko sejumlah penyakit seperti infeksi, alergi, dan gangguan pernapasan. Penelitian terhadap anjing dan kucing menunjukkan anak-anak yang berinteraksi dengan hewan peliharaan sejak usia dini memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi gangguan pernapasan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :