Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Meluas, Tiga Orang Meninggal dan Sejumlah Negara Siaga
Ilustrasi
Batam, Batamnews – Wabah hantavirus yang merebak di kapal pesiar MV Hondius mulai memicu kewaspadaan internasional. Sejumlah negara telah mengonfirmasi maupun melaporkan kemungkinan kasus warganya terinfeksi virus tersebut setelah melakukan perjalanan di kapal pesiar yang berlayar di wilayah Atlantik Selatan itu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hingga kini terdapat tujuh kasus terkonfirmasi hantavirus dan satu probable case atau kasus kemungkinan. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Dua korban dipastikan positif hantavirus, sementara satu lainnya masuk kategori probable case.
Mayoritas pasien diketahui terinfeksi strain Andes, jenis hantavirus yang dikenal berbahaya dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius.
Belanda Laporkan Dua Kematian
Belanda menjadi negara dengan dampak paling besar sejauh ini. Dua warga negaranya meninggal dunia setelah melakukan perjalanan menggunakan MV Hondius.
Korban pertama merupakan pria berusia 70 tahun yang mulai mengalami gejala pada 6 April setelah mengikuti perjalanan wisata keliling Amerika Selatan sebelum naik kapal di Ushuaia, Argentina, pada 1 April. Ia meninggal pada 11 April dan dikategorikan WHO sebagai probable case karena tidak sempat menjalani tes hantavirus.
Istrinya yang berusia 69 tahun juga jatuh sakit saat kapal singgah di Pulau Saint Helena. Kondisinya memburuk saat penerbangan menuju Johannesburg pada 25 April dan meninggal sehari kemudian. Hasil laboratorium pada 4 Mei memastikan ia positif hantavirus.
Selain itu, seorang dokter kapal asal Belanda juga dinyatakan positif strain Andes pada 6 Mei setelah mengalami gejala sejak 30 April. Ia telah dievakuasi ke Belanda dan menjalani isolasi dalam kondisi stabil.
Inggris Evakuasi Warga dan Kirim Bantuan Medis
Inggris melaporkan dua kasus positif dan satu probable case.
Salah satu pasien adalah pria Inggris yang jatuh sakit pada 24 April dan dievakuasi dari Pulau Ascension menuju Afrika Selatan untuk menjalani perawatan intensif. Hasil tes pada 2 Mei mengonfirmasi infeksi strain Andes.
Kasus kedua merupakan pemandu wisata di MV Hondius yang mulai mengalami gejala pada 27 April dan dinyatakan positif pada 6 Mei. Ia kini menjalani isolasi di Belanda.
Sementara itu, seorang pria Inggris lainnya yang turun dari kapal di Kepulauan Tristan da Cunha juga dilaporkan mengalami gejala dan masih menunggu hasil laboratorium.
Pemerintah Inggris bahkan mengirim pasukan terjun payung dan tenaga medis ke pulau terpencil tersebut untuk mengantarkan pasokan medis darurat.
Jerman dan Swiss Juga Terdampak
Seorang perempuan asal Jerman meninggal dunia di atas kapal MV Hondius pada 2 Mei setelah mengalami pneumonia berat. Pemeriksaan pascakematian memastikan ia terinfeksi virus Andes.
Jenazah korban masih berada di kapal yang dijadwalkan berlayar menuju Belanda dari Pulau Tenerife, Spanyol.
Sementara itu, seorang pria Swiss yang sempat turun di Saint Helena dan pulang melalui Afrika Selatan serta Qatar juga dinyatakan positif hantavirus pada 5 Mei setelah mengalami gejala setibanya di Swiss.
Prancis, AS, dan Spanyol Laporkan Kasus Baru
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengungkap seorang perempuan Prancis yang dipulangkan dari MV Hondius dinyatakan positif hantavirus setelah mulai sakit pada 10 Mei. Kondisinya dilaporkan memburuk pada malam hari.
Di Amerika Serikat, satu dari 17 warga AS yang dipulangkan dari kapal menunjukkan hasil “PCR positif ringan”, sementara satu lainnya mengalami gejala ringan. Para penumpang kini menjalani pemantauan di pusat khusus di Nebraska.
Sementara itu, Spanyol melaporkan seorang penumpang yang dievakuasi dari MV Hondius juga dinyatakan positif hantavirus meski tidak menunjukkan gejala. Penumpang tersebut kini menjalani isolasi di rumah sakit militer Gomez Ulla di Madrid.
Otoritas kesehatan Spanyol menyebut 13 warga lainnya yang turut dievakuasi untuk sementara dinyatakan negatif.
WHO Terus Pantau Penyebaran
WHO hingga kini masih terus memantau perkembangan wabah di MV Hondius, termasuk proses pelacakan kontak dan pemeriksaan terhadap seluruh penumpang serta kru kapal.
Penyebaran kasus lintas negara membuat sejumlah otoritas kesehatan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penumpang yang sempat melakukan perjalanan menggunakan kapal tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Komentar Via Facebook :