210 WNA di Batam Diduga Jaringan Scammer Bubaran Kamboja, Imigrasi dan Polri Ungkap Bukti Tiruan Kantor Polisi China
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko.
Batam, Batamnews – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menemukan dugaan penipuan investasi daring yang melibatkan 210 warga negara asing (WNA) di Batam, Kepulauan Riau.
Mereka diduga masih satu jaringan dengan sindikat yang sebelumnya sudah ditindak Kepolisian Republik Indonesia.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko, mengatakan indikasi keterkaitan antarjaringan itu nyata. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sedang menjadi tujuan pelaku penipuan yang bubaran dari Kamboja.
"Dan kaitan-kaitannya sudah mengarah ke sana. Di Surabaya dan Denpasar, kami temukan tiruan Bank of China, seragam polisi China, hingga seragam polisi Jepang," ujar Untung dalam konferensi pers di Batam, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut dia, ratusan WNA tersebut berkaitan erat dengan kasus penipuan yang sebelumnya diungkap Imigrasi dan Polri di sejumlah daerah, seperti Bali, Jawa Timur, Surakarta, Yogyakarta, Bogor, dan Sukabumi.
Fenomena ini, kata Untung, menunjukkan pergeseran lokasi operasi sindikat penipuan. Pelaku yang bubaran dari Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam kini beralih ke Indonesia sebagai destinasi baru.
"Berkat kesigapan dan kesadaran teman-teman imigrasi serta kerja sama dengan satuan kewilayahan, alhamdulillah kami bisa mengamankan lebih dari 200 WNA yang diduga melakukan tindak pidana scamming online," ujarnya.
Baca juga: Kapolda Irjen Asep Safrudin Lantik Kompol Nurman sebagai Ps. Ka SPKT Polda Kepri
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan para pelaku juga terlibat dalam love scam dan judi online. Polri dan Imigrasi berkomitmen terus bekerja sama dengan seluruh pihak untuk menindak tegas para pelaku kejahatan ini.
Komentar Via Facebook :