Harga Dolar Nilai Tukar Rupiah Terjun ke Rp17.423 

Harga Dolar Nilai Tukar Rupiah Terjun ke Rp17.423 

ilustrasi (freepik)

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Nilai tukar rupiah belum juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Justru semakin melemah di penutupan perdagangan Selasa, 5 Mei 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,17 persen atau 30 poin ke level Rp17.423 per dolar Amerika Serikat.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan sentimen pasar masih sangat rapuh. Penyebabnya, Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan baru di kawasan Teluk.

Baca juga: Dinas ESDM Kepri dan 11 Perusahaan Sepakat, Ini Titik "Mulut Tambang" yang Jadi Patokan Harga Pasir Kuarsa

"Kedua belah pihak saling mengklaim kendali atas Selat Hormuz," ujar Ibrahim, Selasa, 5 Mei 2026.

Pelaku pasar kini menaruh harapan pada "Project Freedom" milik Presiden Trump. Proyek tersebut diklaim bakal membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

Namun para analis menilai proyek itu hanya bisa membantu hambatan logistik. Tidak bisa menyelesaikan konflik.

"Pasar minyak dunia tetap sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah," kata Ibrahim.

Guncangan energi juga menambah tekanan pada bank sentral, terutama The Fed. Ibrahim menjelaskan, The Fed harus mempertahankan suku bunga atau mengetatkan kebijakan jika inflasi meningkat.

"Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS. Dampaknya, harga logam mulia ikut tertekan," ucapnya.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026. Angkanya mencapai 5,61 persen.

Angka itu lebih tinggi dibanding triwulan I 2025 yang hanya 4,8 persen. Ibrahim menyebut konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi masyarakat tumbuh 5,52 persen. Didorong oleh hari libur dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Baca juga: Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina yang Naik per 4 Mei 2026

Kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan pemberian THR atau gaji ke-13 juga ikut mendorong konsumsi.

Perjalanan wisatawan nusantara tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan. Jumlah penumpang di berbagai moda transportasi darat, laut, dan udara juga meningkat.

Meski ekonomi domestik tumbuh positif, tekanan eksternal masih membayangi. Rupiah pun belum mampu bangkit dari keterpurukannya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :