Ratusan Buruh Batam Rayakan May Day, Sampaikan Tiga Tuntutan ke DPR RI

Ratusan Buruh Batam Rayakan May Day, Sampaikan Tiga Tuntutan ke DPR RI

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat menghadiri kegiatan May Day di panggung WTB. (Foto: Andri/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Ratusan buruh di Kota Batam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Jumat (1/5/2026) dengan menggelar kegiatan di panggung Welcome To Batam, Batam Kota. Aksi ini berlangsung tertib dan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FSPMI Kepulauan Riau, Suprapto, menyampaikan bahwa kehadiran para buruh bukan sekadar perayaan, melainkan untuk menyuarakan aspirasi melalui sebuah petisi yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Kami datang untuk menyampaikan petisi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Petisi ini adalah suara kami, suara rakyat kecil, yang menolak keras segala bentuk regulasi ketenagakerjaan yang tidak berpihak kepada buruh,” ujar Suprapto.

Ia menegaskan, terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan dalam momentum May Day tahun ini. Pertama, buruh meminta pembatalan dan revisi total terhadap undang-undang ketenagakerjaan yang dinilai merugikan pekerja.

“Kami menuntut batalkan dan revisi total Undang-undang Ketenagakerjaan yang baru, karena jelas merugikan pekerja,” tegasnya.

Kedua, buruh mendesak penghentian sistem kerja kontrak dan outsourcing yang berkepanjangan tanpa kepastian masa depan bagi pekerja.

“Hentikan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang berkepanjangan tanpa kepastian masa depan,” lanjutnya.

Ketiga, buruh mendorong pemerintah untuk mewujudkan sistem upah layak nasional yang berkeadilan bagi seluruh pekerja di Indonesia. “Kami menuntut wujudkan upah layak nasional yang berkeadilan bagi seluruh pekerja di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Suprapto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, pengusaha, dan serikat pekerja guna menciptakan iklim industri yang sehat dan berkeadilan.

“Kolaborasi ini penting untuk menciptakan iklim industri yang maju, aman, dan menyejahterakan semua pihak, bukan hanya segelintir pemilik modal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran buruh sangat vital dalam roda perekonomian nasional. “Ingat, tanpa buruh, roda industri tidak akan bergerak. Tanpa kesejahteraan pekerja, tidak akan ada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Suprapto.

Buruh pun mendesak DPR RI agar segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika tidak, mereka mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Oleh karena itu, kami mendesak DPR RI untuk segera mendengar, menindaklanjuti, dan mengabulkan tuntutan kami ini. Jika tidak, kami siap turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar peringatan May Day dapat dimaknai secara positif melalui kolaborasi, bukan aksi yang kontraproduktif.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, Hari Buruh Sedunia ini semoga lebih bermanfaat dengan kolaborasi serikat buruh/pekerja dan tidak diwarnai kegiatan kontraproduktif melalui aksi-aksi,” ujarnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terkait kesinambungan kebijakan pemerintah daerah.

“Saya titip Ibu Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia, apa yang menjadi kebijakan beliau adalah kebijakan saya juga, karena saya akan memasuki asrama untuk ibadah ke tanah suci,” tutupnya.

Peringatan May Day di Batam tahun ini berlangsung dengan suasana kondusif, diwarnai orasi serta penyampaian aspirasi buruh secara damai.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :