Rayakan Hari Buruh di Batam, Pekerja Desak Pemerintah Selesaikan UU Ketenagakerjaan Baru Sebelum Oktober 2026
Para buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi pekerja memadati Lapangan Welcome To Batam (WTB) untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada Kamis, 1 Mei 2026. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Para buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi pekerja memadati Lapangan Welcome To Batam (WTB) untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day pada Kamis, 1 Mei 2026.
Aksi massa ini membawa misi utama yaitu mendesak pemerintah agar segera menuntaskan pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru dan berpihak kepada para pekerja.
Tuntutan tersebut merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024 yang memberikan mandat kepada pemerintah dan DPR untuk merampungkan regulasi tersebut dalam waktu dua tahun, atau paling lambat pada Oktober 2026.
Dalam orasinya di atas panggung, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam, Yafet Ramon, menyoroti kondisi kerja di lingkungan industri yang dinilai masih jauh dari kata layak.
"Di dalam pabrik-pabrik jam kerja yang lebih dari 12 jam tidak ada istirahatnya buruh, tidak ada perhatian buru lagi untuk keluarganya," ujar Yafet saat memberikan orasi di hadapan massa, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa kondisi eksploitasi tersebut harus diakhiri dengan mengembalikan hak waktu bagi setiap pekerja. Menurutnya, sejarah perjuangan buruh sedunia telah menetapkan standar waktu kerja yang jelas untuk kesejahteraan manusia.
"Kita mengenal yang dikatakan 8 jam bekerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial," katanya.
Yafet menambahkan bahwa pengurangan jam kerja dari yang sebelumnya mencapai 12 hingga 15 jam menjadi 8 jam merupakan hasil perjuangan agar buruh memiliki waktu untuk keluarga.
"Kita bekerja selama 8 jam sebagai pendorong ekonomi dunia, sebagai pendorong ekonomi Indonesia. Maka kita adalah para buruh yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian yang ada di Indonesia," tuturnya.
Kondisi di lapangan Welcome To Batam terpantau sangat padat oleh lautan massa yang didominasi oleh seragam biru dan putih. peserta aksi memenuhi area depan panggung utama sembari mengibarkan bendera organisasi mereka di bawah langit yang cukup cerah.
Suasana di lokasi juga diwarnai dengan antusiasme peserta yang menggunakan payung warna-warni dan topi untuk berlindung dari terik matahari.
Acara ini tidak hanya diisi dengan orasi politik, tetapi juga diselingi dengan pembagian beras dan bantuan lainnya yang dipandu oleh pembawa acara dari atas panggung.
Komentar Via Facebook :