Cut and Fill di Sei Binti Picu Banjir dan Lumpur, Warga Keluhkan Jalanan Jadi Kotor dan Licin

Cut and Fill di Sei Binti Picu Banjir dan Lumpur, Warga Keluhkan Jalanan Jadi Kotor dan Licin

Aktivitas pematangan lahan (cut and fill) di kawasan RT 03 RW 011, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, memicu banjir dan limpahan lumpur yang menutupi badan Jalan Sei Binti menuju Pelabuhan Sagulung, Senin (27/4/2026). (Foto: Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Aktivitas pematangan lahan (cut and fill) di kawasan RT 03 RW 011, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, memicu banjir dan limpahan lumpur yang menutupi badan Jalan Sei Binti menuju Pelabuhan Sagulung, Senin (27/4/2026).

Hujan deras yang mengguyur wilayah Batuaji dan Sagulung selama hampir dua jam memperparah situasi. Di saat yang sama, aktivitas penggusuran dan cut and fill masih berlangsung, menyebabkan material tanah terbawa air hingga menggenangi jalan.

Di lokasi proyek, tidak terlihat papan informasi yang seharusnya mencantumkan identitas perusahaan pelaksana, jenis kegiatan, maupun perizinan. Ketiadaan informasi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait transparansi proyek yang sedang berjalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat terlihat terparkir usai digunakan untuk meratakan tanah dan bukit di area tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai proyek tersebut.

Dampak dari aktivitas ini mulai dirasakan warga sekitar. Siti Hajar, warga RT 01 RW 019 yang kerap melintas di jalan tersebut, mengeluhkan kondisi yang kini berubah drastis.

“Jalanan jadi kotor dan licin. Kalau panas berdebu. Semua ini sejak ada penggusuran,” ujarnya.

Ia menyebut, sebelum adanya proyek tersebut, kawasan itu tidak pernah mengalami banjir. Lahan yang dulunya merupakan kebun sayur dan permukiman kini telah digusur, namun justru memicu persoalan baru berupa banjir dan longsoran lumpur.

“Pembatasnya cuma pakai seng. Jadi kalau hujan, tanahnya langsung longsor ke jalan,” tambahnya.

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk meninjau proyek tersebut dan mengambil langkah penanganan agar banjir serta lumpur tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Sementara itu, potensi hujan masih membayangi wilayah Batam. Fitri Annisa, Forecaster BMKG Kepri, menyampaikan bahwa kondisi cuaca masih memungkinkan terjadinya hujan lanjutan.

“Hujan akan kembali turun. kondisi Angin berkisar hingga 20km/jam dan kelembaban udara siang ini terpantau cukup tinggi hingga mencapai 90%," kata Fitri.

(jam)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :