Bukan Hanya Simpang Pantek, LAM Juga Bakal Ganti Nama Bundaran di Batam Sesuai Kearifan Lokal
Simpang Pantek yang akan diganti namanya oleh LAM Batam. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews — Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Kepulauan Riau, tengah melakukan kajian mendalam terkait rencana perubahan nama sejumlah persimpangan dan bundaran yang ada di kota tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan penamaan titik-titik strategis lebih mencerminkan identitas dan nilai-nilai kearifan lokal.
Ketua LAM Kota Batam, Raja Muhammad Amin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini proses penetapan nama-nama baru masih berjalan. Ia menekankan bahwa keputusan belum bersifat final karena pihaknya masih menampung berbagai aspirasi dari masyarakat.
"Belum putus. Saat ini masih terus kita diskusikan karena banyak sekali usulan nama yang masuk ke kami," ujar Raja Muhammad Amin saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Rencana perubahan nama ini tidak hanya menyasar lokasi yang selama ini dikenal secara informal oleh masyarakat seperti Simpang Basecamp atau yang kerap disebut Simpang Pantek, tetapi juga mencakup persimpangan ikonik lainnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Simpang Frengky, yang rencananya akan diganti namanya agar lebih menyesuaikan dengan nuansa daerah. Selain persimpangan, sejumlah bundaran yang saat ini belum memiliki nama resmi atau yang namanya dianggap kurang representatif juga akan diberi nama baru.
Untuk memastikan penamaan ini tepat sasaran, Raja Muhammad Amin telah menginstruksikan seluruh Ketua LAM di tingkat kecamatan untuk bergerak aktif.
Mereka diminta untuk melakukan inventarisasi terhadap jalan, simpang, maupun bundaran di wilayah masing-masing yang dinilai layak untuk diusulkan pergantian namanya.
"Saya sudah meminta semua Ketua LAM Kecamatan untuk menginventarisir dan mengusulkan nama-nama yang baik dan layak secara sejarah maupun budaya," tambahnya.
Meski ada semangat untuk melakukan perubahan, Amin menegaskan bahwa LAM Batam tidak akan mengganti semua nama secara membabi buta. Pihaknya akan tetap mempertahankan nama-nama yang dirasa sudah sesuai dan memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat Batam.
"Yang sudah sesuai akan tetap kita pertahankan. Insya Allah, proses ini akan melahirkan nama-nama yang lebih mencirikan jati diri Melayu di Kota Batam," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, LAM Batam masih terus merapatkan usulan-usulan yang masuk sebelum nantinya direkomendasikan secara resmi kepada Pemerintah Kota Batam. Masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil final dari perumusan nama-nama tersebut.
Komentar Via Facebook :