Bertepatan Haul Nenek: Wanita Ini Selamatkan Merpati Lemah di Bawah Dupa, Lalu Diselamatkan
Tangkapan layar video penyelamatan burung Merpati di Singapura.
Singapura, Batamnews – Seorang wanita di Singapura menuai pujian warganet setelah menyelamatkan seekor burung merpati yang ia duga diracun. Ia merawat burung tersebut hingga pulih dan melepaskannya kembali setelah empat hari.
Kisah ini dibagikan oleh pengguna TikTok @miunifest dalam sebuah video yang diunggah pada 18 April. Wanita bernama Liz (36 tahun) itu menceritakan bagaimana ia menemukan burung tersebut saat sedang berolahraga di ruang terbuka lantai dasar sebuah blok flat di Sembawang.
Saat itu, Liz sedang melakukan latihan matras pada pukul 09.30 pagi. Pasangannya tiba-tiba melihat sebatang dupa yang diletakkan tepat di depan alas matras Liz. Mereka berdua yakin dupa itu tidak ada sebelumnya.
Baca juga: Stop Main HP Setelah Bangun Tidur! Menkes: Otak Belum Siap, Bisa Kaget dan Terbebani
Setelah latihan selesai pukul 10.30, Liz melihat seekor burung merpati putih sedang mengepakkan sayapnya lemas di kejauhan, tepat ke arah ujung dupa itu ditusuk.
“Saya melihat itu sebagai tanda bahwa saya harus berbuat sesuatu,” ujar Liz.
Liz yang pernah bekerja di tempat penampungan hewan segera mengenali tanda-tanda keracunan pada burung merpati itu.
“Ciri-ciri merpati yang diracun bersifat neurologis: kejang, tremor, kedutan otot, dan disorientasi,” jelasnya.
Ia pun membeli pil arang aktif dan spuit dari apotek terdekat. Arang itu dicampur air lalu diberikan perlahan ke burung tersebut. Untuk membuatnya nyaman, Liz menempatkan merpati itu di dalam kotak beralas kertas dan plastik gelembung.
Hari pertama, burung itu tampak lesu dan sulit bergerak. Namun menjelang malam, ia mulai bisa mengepakkan sayapnya perlahan. Pada hari ketiga, burung itu semakin kuat dan waspada. Liz juga memberinya elektrolit untuk menjaga hidrasi.
Hari keempat, burung merpati itu sudah cukup pulih dan dilepaskan kembali.
Liz mengaku bahwa hari ia menemukan burung itu bertepatan dengan peringatan dua tahun wafatnya sang nenek. Sepekan sebelumnya, ia baru saja berziarah ke kolumbarium tempat nenek dan kakeknya disemayamkan.
Saat merawat burung itu, Liz sempat bertanya-tanya, apakah ini pertanda dari neneknya. Namun burung itu hanya membalas dengan suara coo-an lembut.
Video tersebut mendapat banyak respons positif. Seorang warganet menyebut bahwa tindakan Liz adalah contoh nyata kebaikan yang menginspirasi.
“Kita butuh lebih banyak orang seperti dia agar semakin banyak yang terdorong berbuat baik,” tulis salah satu komentar.
Liz pun mengimbau agar masyarakat yang menemukan burung sakit atau terluka segera berkonsultasi dengan ahli atau pihak berwenang, terutama jika tidak yakin cara menanganinya.
Komentar Via Facebook :