Wahyu Eka Putra Nahkodai Imigrasi Batam, Gantikan Hajar Aswad yang Sempat Dinonaktifkan
Pucuk pimpinan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam resmi berganti. Wahyu Eka Putra kini memegang tongkat komando kepemimpinan, menggantikan Hajar Aswad. (Foto: ist/@imigrasibatam)
Batam, Batamnews - Pucuk pimpinan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam resmi berganti. Wahyu Eka Putra kini memegang tongkat komando kepemimpinan, menggantikan Hajar Aswad. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan ini digelar di Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026) lalu.
Sebelum resmi diganti, Hajar Aswad sempat dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Langkah tegas tersebut diambil menyusul mencuatnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pegawainya, menyasar warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Batam Center.
Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkapkan fakta mengejutkan; salah satu wisatawan yang diduga menjadi korban pungli tersebut adalah seorang anggota kepolisian dari Singapura.
Penonaktifan Hajar Aswad sebelumnya dilakukan oleh Direktorat Kepatuhan Internal (Patnal) Ditjen Imigrasi guna menjamin pemeriksaan berjalan transparan dan tanpa hambatan. Kasubdit Patnal Ditjen Imigrasi, Washington Napitupulu, menegaskan bahwa pihaknya telah menarik sejumlah petugas yang terindikasi terlibat.
“Dirjen Imigrasi sudah menarik sementara Kepala Kantor dan anggota yang terlibat untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini posisi Kepala Kantor diisi oleh Pelaksana Harian (PLH),” ujar Washington, Jumat (3/4/2026) lalu.
Investigasi ini tidak main-main. Hingga saat ini, sedikitnya delapan petugas Imigrasi Batam telah menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus tersebut. Ketegasan pihak Imigrasi juga menyasar pihak luar. Agen atau calo yang diduga terlibat dalam praktik lancung ini langsung masuk dalam daftar hitam (blacklist).
Meski dibayangi kasus tersebut, pihak Imigrasi Batam tetap memberikan apresiasi atas kinerja Hajar Aswad selama masa jabatannya, terutama dalam hal kualitas pelayanan dan penegakan hukum keimigrasian di wilayah perbatasan tersebut.
Melalui unggahan di akun media sosial @imigrasibatam, harapan besar disematkan kepada pimpinan baru untuk memulihkan integritas institusi.
"Dengan semangat keberlanjutan dan kolaborasi, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa Imigrasi Batam terus berkembang, beradaptasi, dan semakin profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian," tulis mereka.
Kini, beban berat ada di pundak Wahyu Eka Putra untuk membawa Imigrasi Batam keluar dari bayang-bayang kasus pungli dan mengembalikan kepercayaan publik melalui pelayanan yang bersih dan profesional.

Komentar Via Facebook :