RS Graha Hermine Buka Suara Soal Kematian Tragis Perempuan Muda di Kosan Batuaji: Tiba di UGD dengan Mulut Berbusa

RS Graha Hermine Buka Suara Soal Kematian Tragis Perempuan Muda di Kosan Batuaji: Tiba di UGD dengan Mulut Berbusa

Rumah Sakit Graha Hermine, Komp. Ruko Asih Raya, Jl. Letjend Suprapto, Batu Aji, Kota Batam, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Jamaludin/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Teka-teki kematian perempuan muda berinisial JPZ (21) dan bayinya di sebuah kamar kos Perumahan Pendawa Asri, Batuaji, akhirnya menemui titik terang dari sisi medis. Pihak Rumah Sakit (RS) Graha Hermine resmi memberikan klarifikasi guna menepis berbagai spekulasi liar yang beredar di media sosial.

Melalui Manajer SDM, Fitri Rahayu, pihak rumah sakit menegaskan bahwa penanganan terhadap korban sudah dilakukan maksimal sesuai standar prosedur medis. Fakta-fakta yang ditemukan tim medis saat korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (UGD) tergolong sangat memprihatinkan.

Saat pertama kali dibawa masuk, kondisi fisik JPZ menunjukkan tanda-tanda kematian yang sangat jelas. Seluruh tubuhnya sudah pucat kebiruan atau sianosis, dari kepala hingga ujung kaki.

“Kondisi pasien saat pertama kali datang ke UGD tidak sadarkan diri, tampak pucat kebiruan di seluruh tubuh, dengan busa di lidah dan mulut, serta luka sobek di area kemaluan,” ujar Fitri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2026).

Melihat kondisi darurat tersebut, tim medis tetap berupaya melakukan tindakan penyelamatan sesuai protokol. Resusitasi jantung paru (RJP), bantuan pernapasan manual, hingga pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) langsung dilakukan. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan pasien sudah tidak lagi memiliki denyut jantung maupun tekanan darah.

Lebih detail, petugas medis juga melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Hasilnya nihil; tidak ada pergerakan dinding dada, tidak terdengar suara napas, dan suhu tubuh korban sudah dalam kondisi dingin.

“Selain itu, pupil mata pasien dilaporkan telah mengalami dilatasi maksimal dan tidak menunjukkan refleks terhadap cahaya,” lanjut Fitri.

Fakta mengejutkan lainnya terungkap saat tim medis berupaya melakukan penanganan. Tubuh korban dilaporkan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kaku mayat. Setelah melihat hasil EKG yang tidak menunjukkan adanya aktivitas jantung sedikit pun, tindakan resusitasi akhirnya dihentikan dan pasien dinyatakan meninggal dunia.

Meski mengklaim seluruh prosedur telah dijalankan secara benar, manajemen RS Graha Hermine menyatakan tetap melakukan evaluasi internal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen transparansi dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

Hingga kini, publik masih menunggu kepastian penyebab utama kematian ibu dan bayi tersebut melalui penyelidikan lebih lanjut yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.

(jam)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :