Amsakar Achmad Buka Bazar MTQ 2026: Target UMKM Batam "Naik Kelas" Lewat 5 Pilar
Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat membuka Bazar UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Batam tahun 2026..
Batam, Batamnews – Suasana meriah tampak di lokasi pembukaan Bazar UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Batam tahun 2026. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir meresmikan langsung kegiatan tersebut, Kamis, 11 April 2026.
Namun, bagi Amsakar, acara ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia ingin bazar ini menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Tujuannya jelas: agar para pelaku usaha kecil dan menengah di Batam bisa "naik kelas."
Di hadapan para pedagang dan pengunjung, Amsakar berbicara lugas. Ia menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Batam yang paling tangguh.
Baca juga: Kecelakaan Maut Simpang 4 Batu Ampar Hari Ini: 2 Orang Tewas di Tempat Usai Tabrakan dengan Truk
"Sektor ini terbukti jadi penyelamat saat krisis. Ketahanannya kuat. Juga menjadi solusi nyata untuk menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran," ujar Amsakar usai peresmian.
Agar UMKM Batam bisa tumbuh eksponensial, Amsakar memaparkan lima pilar krusial yang menjadi fokus pemerintah kota. Kelima strategi itu adalah:
- Peningkatan Tata Kelola Pelaku usaha akan mendapat pelatihan profesional untuk memperkuat manajemen internal.
- Sentuhan Kemasan (Packaging) – Produk harus dibungkus menarik agar punya nilai jual tinggi di mata konsumen.
- Legalitas Usaha – Pemerintah memfasilitasi pengurusan NIB, izin BPOM, hingga sertifikat halal.
- Akses Permodalan – Stimulus nyata diberikan. UMKM yang meminjam hingga Rp20 juta hanya membayar pokok. Bunganya ditanggung pemkot.
- Pemasaran Digital – Teknologi informasi menjadi daya ungkit utama untuk menjangkau pasar lebih luas.
Amsakar tidak mau program ini berjalan tanpa kendali. Ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan evaluasi berbasis data. Efektivitas bazar harus terukur.
"Indikator keberhasilannya jelas. Jumlah peserta dan omzet harus naik dari tahun ke tahun," tegasnya.
Baca juga: Priyono Eko Sanyoto Wafat Saat Bersepeda, Dunia Pendidikan Batam Berduka
Ia memberi contoh konkret: "Tahun lalu ada 80 peserta dengan omzet Rp1 miliar. Maka tahun ini targetnya harus meningkat. Misalnya jadi 160 peserta dengan omzet Rp1,3 miliar. Data ini penting sebagai potret nyata keberhasilan pemberdayaan kita."
Menutup pernyataannya, Amsakar menyampaikan filosofi pembangunan yang tengah digesa Pemerintah Kota Batam. Ada tiga aspek: mengadakan yang belum ada (fisik), meningkatkan kapasitas yang sudah tersedia, dan yang terpenting, memberdayakan masyarakat.
"Pembangunan bukan hanya soal semen dan batu, tapi soal transformasi paradigma. Kita ingin masyarakat terlibat aktif dan berdaya melalui proses pemberdayaan yang berkelanjutan," pungkas Amsakar.

Komentar Via Facebook :