Penerbangan MH318 Malaysia Airlines Tertunda Gara-gara Penumpang Sentuh Pramugari, Sebut Hanya Tepuk Ringan
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan terjadi perdebatan antara petugas dengan penumpang.
Batam, Batamnews – Seorang penumpang pria pesawat Malaysia Airlines dikawal keluar oleh petugas keamanan setelah diduga menyentuh pramugari secara tidak pantas. Insiden itu terjadi di Bandara Kuala Lumpur, sebelum pesawat lepas landas menuju Beijing, pada Jumat, 8 April 2026 dini hari.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pertengkaran antara penumpang dan pramugari. Dalam rekaman itu, penumpang tersebut membantah perbuatannya.
"Saya cuma menepuk ringan dua kali, kok saya tidak boleh naik pesawat?" ujar pria itu kepada pramugari yang diduga menjadi korban.
Baca juga: Bahaya! Lampu PJU di Nagoya Jodoh Kelap-Kelip, Pengendara: "Mata Saya Sakit"
"Disebut ringan?" sahut pramugari itu dengan tegas. Ia mengatakan bahwa penumpang tersebut tidak dapat melanjutkan penerbangan karena sikapnya yang dinilai tidak masuk akal dan sulit diurus.
Sambil tetap duduk di kursinya, penumpang itu membentak dan mempertanyakan tuduhan terhadap dirinya.
"Ini disebut pelecehan seksual? Di Singapura pun ini tidak dianggap pelecehan seksual, benar kan?" ujarnya.
Pramugari itu lalu meminta agar penumpang tersebut menghormati aturan yang berlaku di sana. Ketika pria itu kembali bertanya apakah perbuatannya tergolong pelecehan seksual, pramugari menjawab tegas: "Itu hak saya untuk menentukannya."
Dia kemudian menyampaikan bahwa pihak bandara tidak akan mengizinkan penumpang tersebut melanjutkan penerbangan.
Namun, penumpang itu bersikukuh bahwa itu "bukan masalah [nya]", dan mengeluh bahwa diminta pindah penerbangan akan merepotkannya. Ia juga meminta bukti rekaman CCTV untuk membenarkan dirinya.
Pramugari tetap pada pendiriannya. Ia menyebut bahwa pria itu tahu persis apa yang telah dilakukannya.
Dalam video, penumpang tersebut bahkan sempat melontarkan kalimat: "Hubungan China-Malaysia sangat baik."
Namun argumen itu tak menggugurkan pelanggaran. Pada akhirnya, dua petugas keamanan menggandeng pria itu dari tempat duduknya dan mengawalnya menyusuri lorong pesawat.
Menurut pria yang merekam video dan mengunggahnya ke media sosial, penumpang tersebut adalah warga negara China. Perekam video diketahui seorang pemimpin tur asal Malaysia.
Dalam unggahannya yang kini sudah tidak tersedia, ia mengaku tidak melihat langsung kejadian dugaan penyentuhan. Namun ia menambahkan, "amarah tidak muncul tanpa sebab."
Pria yang sama, yang diidentifikasi bernama Ye, juga menjelaskan bahwa ada sejumlah masalah teknis yang mengacaukan proses naik pesawat. Ia sendiri merasa frustrasi dengan penanganan petugas di darat.
"Kursi beberapa penumpang diubah, sehingga mereka tak bisa mengakses gerbang keberangkatan dengan papan boarding mereka. Suasana kacau total, dan petugas lambat memproses papan boarding baru," ujar Ye. Ia mengatakan banyak penumpang China tampak kebingungan karena tak ada yang membantu menerjemahkan.
Berdasarkan status pelacakan penerbangan MH318, jadwal keberangkatan terlambat sekitar satu jam, dari pukul 11:40 malam menjadi 12:41 dini hari.

Komentar Via Facebook :