Dukung Imbauan WFH, Apindo Batam Tegaskan Produktivitas Perusahaan Tidak Boleh Terganggu
Ketua Apindo Kota Batam, Rafky. (Foto: dok.Batamnews)
Batam, Batamnews - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menyambut baik imbauan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) terkait penerapan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi karyawan swasta. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah partisipatif dunia usaha dalam mengantisipasi ancaman krisis global di sektor transportasi dan energi.
Ketua Apindo Kota Batam, Rafky, menegaskan bahwa pihaknya memahami dan mendukung anjuran pemerintah tersebut. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa penerapan WFH ini bersifat imbauan fleksibel dan tidak diwajibkan, mengingat perbedaan karakteristik masing-masing perusahaan.
"Ya, kita memahami imbauan dari Menaker mengenai WFH untuk karyawan swasta tersebut. Kita mengimbau untuk pengusaha yang bisa menjalankannya untuk melaksanakan imbauan tersebut. Tapi bagi yang tidak bisa melaksanakan juga tidak ada paksaan. Sifatnya imbauan dan tidak wajib," ujar Rafky, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, karakteristik dunia usaha di Kota Batam membuat penerapan WFH tidak bisa dilakukan secara masif. Menurutnya, demografi pekerja di Batam sangat didominasi oleh sektor industri, jasa, dan perdagangan yang mengharuskan kehadiran fisik.
"Untuk pekerjaan tertentu seperti karyawan di pabrik, tentu WFH tidak mungkin dilaksanakan. Untuk Batam, kemungkinan tidak akan banyak karyawan swasta yang bisa WFH karena sebagian besar karyawan bekerja di area produksi," jelasnya.
"Selain itu, usaha di Batam juga didominasi oleh usaha perdagangan, perhotelan, kuliner, konstruksi, dan sejenisnya yang juga tidak memungkinkan melakukan WFH sebagaimana yang diimbau oleh pemerintah," sambung Rafky.
Meski demikian, Rafky menyebutkan bahwa karyawan di bagian operasional non-lapangan, seperti staf administrasi, masih sangat memungkinkan untuk menerapkan sistem ini. Ia juga meyakini kebijakan ini akan disambut positif oleh para pekerja.
"Tapi untuk karyawan yang mengurusi administrasi bisa dilakukan. Tentunya karyawan juga akan senang jika satu hari dapat bekerja di rumah. Jadi selagi tidak mengganggu aktivitas perusahaan, kita imbau pengusaha untuk dapat melaksanakan anjuran pemerintah tersebut," terangnya.
Lebih lanjut, Rafky memaparkan bahwa dukungan Apindo terhadap imbauan WFH ini memiliki tujuan strategis yang lebih luas. Langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan dunia usaha di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia.
"Ini bentuk dari partisipasi pengusaha untuk mengantisipasi kemungkinan krisis yang akan terjadi akibat perang yang terus melanda, sehingga mengakibatkan mahalnya ongkos transportasi dan langkanya pasokan energi," tegasnya.
Terkait kekhawatiran akan menurunnya kinerja perusahaan akibat WFH, Rafky secara tegas menepis anggapan tersebut. Ia menilai perusahaan memiliki kapasitas untuk merancang sistem kerja yang efektif agar produktivitas tetap terjaga.
"Untuk kinerja karyawan sendiri saya meyakini tidak akan terganggu. Karena pengusaha bisa mengatur sendiri sedemikian rupa agar produktivitas di perusahaan bisa tetap tidak terganggu. Lagipula karyawan di rumah kan tetap bekerja, bukannya meninggalkan pekerjaannya di kantor. Jadi WFH tidak akan begitu mengurangi produktivitas di perusahaan," pungkas Rafky.
Komentar Via Facebook :