Warga Ramai-ramai ke SPBU, Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Warga Batam

Warga Ramai-ramai ke SPBU, Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Warga Batam

Tampak pengendara ramai-ramai antre beli BBM di SPBU. (Foto: Jamaludin/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 April memicu kepanikan warga di Kota Batam, Kepulauan Riau. Informasi yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan membuat sejumlah masyarakat berbondong-bondong mengisi BBM hingga penuh di berbagai SPBU.

Tak hanya soal kenaikan harga, kabar adanya pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan Biosolar juga turut memperkeruh situasi. Akibatnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU terlihat lebih panjang dari biasanya.

Video yang beredar pada Selasa (31/3/2026) malam memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM di sejumlah SPBU di Kota Batam. Antrean ini disinyalir dipicu aksi panic buying akibat rumor kenaikan harga BBM di masyarakat.

Ria, pengendara roda dua yang mengantre BBM pada Rabu (1/4/2026) siang, mengaku panik setelah menerima informasi terkait lonjakan harga BBM yang cukup signifikan. Ia menyebut harga Pertalite dikabarkan naik hingga 50 persen.

“Informasinya Pertalite dari Rp10 ribu jadi Rp15 ribu. Ada juga kabar Pertalite akan dihapus,” ujarnya.

Menurutnya, informasi tersebut ia peroleh dari grup WhatsApp dan media sosial yang menyebutkan kenaikan dipicu oleh kondisi konflik global. Pesan berantai yang ia terima membuatnya semakin panik.

“Saya langsung ke SPBU untuk mengisi bensin, tapi di banyak SPBU antreannya panjang,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepri, Bagus Handoko, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian terkait informasi kenaikan harga BBM tersebut.

Ia menuturkan, beredar informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bahwa pada 1 April BBM akan naik, sehingga sebagian masyarakat memilih untuk melakukan pengisian lebih banyak sebagai cadangan.

“Namun telah ditegaskan oleh Kementerian ESDM melalui konferensi pers semalam bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak naik (tetap), sementara harga BBM nonsubsidi masih dalam pembahasan dengan Pertamina. Sehingga pada 1 April tidak ada kenaikan BBM,” kata Bagus Handoko.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan lebih bijak dalam penggunaannya.

“Perubahan harga BBM, khususnya nonsubsidi, merupakan hal yang biasa terjadi setiap bulannya. Pastikan mendapatkan informasi kredibel dari situs resmi Pertamina,” tutupnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di SPBU Tanjung Uncang, yang berada dekat Polsek Batu Aji, terlihat antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat yang masih mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak.

(jam)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :