Kemarau Melanda Batam, Debit Air di Tiga Waduk Utama Mulai Menyusut Signifikan

Kemarau Melanda Batam, Debit Air di Tiga Waduk Utama Mulai Menyusut Signifikan

Waduk Sei Ladi, salah satu sumber air baku di Batam. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Badan Pengusahaan (BP) Batam melaporkan kondisi ketersediaan air baku di wilayah Batam mulai terdampak musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Dari tujuh waduk yang tersedia, tiga di antaranya kini menunjukkan penurunan debit air yang cukup signifikan dan masuk dalam pemantauan ketat.

Meskipun secara umum pasokan air bersih bagi masyarakat masih tergolong aman, BP Batam kini harus melakukan penyesuaian produksi untuk memastikan distribusi tetap berjalan normal di tengah menyusutnya cadangan air di beberapa titik sumber utama.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa meskipun terdapat penyusutan di beberapa lokasi, empat waduk lainnya masih berada dalam kondisi stabil. Namun, perhatian khusus kini tertuju pada tiga waduk yang volumenya terus berkurang akibat teriknya cuaca.

“Dari tujuh waduk yang ada, suplai air secara umum masih aman. Namun, terdapat tiga waduk yang mengalami penurunan debit akibat kemarau,” ungkap Ariastuty dalam keterangan resminya.

Detail Penyusutan Waduk

Berdasarkan data pantauan terbaru, penurunan debit air yang paling signifikan terjadi di Waduk Muka Kuning, di mana tinggi muka air terpantau menyusut hingga 2,4 meter di bawah batas normal. Kondisi serupa juga terjadi di Waduk Nongsa yang mengalami penurunan sedalam 1,2 meter, serta Waduk Sei Harapan yang menyusut sekitar 51 sentimeter.

Kondisi ini dipicu oleh rendahnya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir. Minimnya pasokan air dari langit membuat daerah tangkapan air (DTA) tidak mampu mengimbangi beban produksi air bersih harian yang terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan warga dan industri di Batam.

Guna menjaga agar cadangan air tidak terkuras terlalu cepat sebelum musim hujan tiba, BP Batam telah memberlakukan pengaturan produksi secara ketat. Operasional pengolahan dan distribusi dikelola sedemikian rupa agar keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan tetap terjaga.

Selain langkah teknis, Ariastuty juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan air. Warga diimbau untuk mulai membiasakan pola hidup hemat air dan menggunakan pasokan yang ada hanya untuk keperluan yang benar-benar mendesak.

“Kita imbau warga menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan agar pasokan tetap mencukupi hingga musim hujan kembali tiba,” tambahnya.

Lebih lanjut, BP Batam juga memberikan peringatan keras terhadap aktivitas ilegal yang merusak kawasan hutan lindung di sekitar daerah tangkapan air. Kerusakan ekosistem di sekitar waduk dinilai menjadi faktor krusial yang memperburuk kemampuan tanah dalam menyimpan air, yang pada akhirnya berdampak langsung pada volume air baku.

BP Batam berkomitmen untuk terus memantau fluktuasi level air di seluruh waduk secara berkala. Langkah-langkah antisipasi lebih lanjut telah disiapkan apabila penurunan debit terus berlanjut hingga mencapai level kritis yang lebih dalam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :