Satu Bulan Sampah Membusuk hingga Meluber ke Pinggir Jalan di Sei Binti Batam, Warga Keluhkan Retribusi Ditagih Terus
Sampah di Jalan Utama Sei Binti, tepat di depan Masjid Aminah, Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Sabtu (28/3/26). Foto: Jamaludin / Batamnews
Batam, Batamnews – Pemandangan tak sedap menyambut siapa saja yang melintasi Jalan Utama Sei Binti, tepatnya di depan Masjid Aminah, Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Sabtu (28/3/2026), tumpukan sampah terlihat berserakan dan sudah mengendap selama satu bulan penuh tanpa penanganan serius.
Berbagai jenis limbah rumah tangga, mulai dari plastik hingga sisa makanan, menumpuk hingga meluber ke badan jalan di sekitar Simpang Brigjen menuju Sei Lekop. Kondisinya kian parah karena oknum tak dikenal kerap membakar sampah tersebut. Akibatnya, asap putih pekat dan bau busuk menyengat mengganggu pernapasan warga serta jemaah masjid.
Yohan, warga Sei Lekop, mengungkapkan kegelisahannya. Menurutnya, tumpukan sampah ini muncul sejak awal bulan puasa lalu.
“Asapnya terbawa angin ke jalan utama dan permukiman warga, bahkan sampai di dekat masjid.” ujarnya.
Ironisnya, meski sempat ada upaya pengangkutan, petugas dinilai setengah hati dalam bekerja. “Pernah diangkat, tapi tidak semuanya, cuma separuh. Setelah itu justru makin banyak. DLH tidak lagi mengangkut sampahnya,” kata Yohan kecewa.
Bayar Retribusi, Tapi Sampah Tetap Tak Terangkut
Kekecewaan senada disampaikan Muhammad Adhar. Ia menyoroti ketimpangan antara kewajiban warga membayar biaya kebersihan dengan realita layanan yang diterima di lapangan.
“Petugas datang pakai seragam dinas, setiap bulan tetap memungut biaya kebersihan sebesar Rp 7.000,” tegasnya. Ia pun menduga lokasi tersebut menjadi tempat "buang sampah liar" bagi warga dari luar wilayah mereka.
Jawaban Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Menanggapi keluhan warga yang sudah berlarut-larut ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, angkat bicara. Ia berdalih pihaknya sedang melakukan penataan di berbagai titik dan menyiapkan sistem arm roll agar pengangkutan lebih efektif.
“Mudah-mudahan, berikan kami waktu agar masalah sampah ini bisa diselesaikan,” ujarnya memohon kesabaran warga.
Dohar mengklaim bahwa persoalan sampah di pinggir jalan saat ini terkonsentrasi di tiga kecamatan, yakni Sagulung, Bengkong, dan Sekupang. Salah satu penyebab yang ia soroti adalah perilaku masyarakat.
“Ada juga pengaruh dari masyarakat yang masih membuang sampah di pinggir jalan,” katanya.
Meski kondisi di Sei Binti masih semrawut, Dohar menjanjikan persoalan ini akan tuntas dalam waktu dekat dengan meningkatkan frekuensi pengangkutan. Ia juga mewanti-wanti warga agar tidak membakar sampah, terutama di tengah musim kemarau panjang yang melanda Batam.
“Pemerintah pasti akan mengangkut sampah sesuai jadwal. Harapannya, kami dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan,” janjinya.
Ia menutup penjelasan dengan nada optimis, meski berbanding terbalik dengan pemandangan di depan Masjid Aminah saat ini.
“Saat ini sedang dilakukan perbaikan tata kelola pengangkutan dan pengelolaan sampah. Dalam dua bulan terakhir, kami sudah melakukan berbagai perbaikan,” tutup Dohar.
Wartawan: Jamaludin Lobang

Komentar Via Facebook :