478 Mahasiswa Dikukuhkan, Gubernur Ansar Hadiri Wisuda ke-26 UMRAH Tanjungpinang
Prosesi pengukuhan Sebanyak 478 wisudawan dan wisudawati Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Tanjungpinang, Batamnews – Sebanyak 478 wisudawan dan wisudawati Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi menyandang gelar sarjana dan pascasarjana. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Pelataran Gedung FEBM/FKIP Kampus Dompak, Tanjungpinang, Sabtu pagi ini, menjadi saksi perjalanan baru bagi para lulusan.
Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, hadir langsung dalam wisuda ke-26 tersebut. Dalam sambutannya, ia tidak hanya memberi selamat, tetapi juga menyampaikan amanat penting tentang peran generasi muda di tengah gempuran teknologi.
Dengan gaya bertutur yang lugas, Ansar mengingatkan bahwa dunia kini tengah memasuki era Society 5.0.
Baca juga: Rudi Chua Ajak Pengelola Mobil Tangki Air di Tanjungpinang Berembuk, Atasi Krisis Air Bersih
Integrasi ruang siber dan fisik, kata dia, memang semakin kuat dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI), data besar (Big Data), hingga Internet of Things (IoT). Namun, ia menegaskan bahwa semua itu hanyalah alat.
"Teknologi hanyalah alat, manusialah yang menentukan arah dan nilai pemanfaatannya. Pendidikan tinggi memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat transfer ilmu, tetapi sebagai kekuatan utama dalam membentuk masa depan," ujar Ansar mengutip semangat Nelson Mandela tentang kekuatan pendidikan.
Gubernur Ansar juga menyoroti momen simbolis yang akan dialami para wisudawan, yakni pemindahan tali toga dari sisi kiri ke kanan. Menurutnya, ada makna filosofis mendalam di balik prosesi itu.
"Sisi kiri melambangkan masa studi yang identik dengan logika dan analisis. Sementara sisi kanan melambangkan kesiapan untuk berkarya dengan kreativitas, inovasi, dan empati di tengah masyarakat. Ini adalah simbol perubahan status dari pelajar menjadi intelektual dan agen perubahan," paparnya.
Di hadapan para civitas akademika, Ansar memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tidak hanya berharap, tetapi juga bergerak nyata. Ia menyebutkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 21 persen dari APBD, serta program beasiswa yang telah mengucurkan Rp2,99 miliar untuk 1.187 mahasiswa sejak 2022 hingga 2025. Dukungan juga diberikan bagi tenaga pendidik di wilayah terluar.
Langkah strategis itu, lanjutnya, mulai menunjukkan hasil. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri meningkat dari 79,89 pada 2024 menjadi 80,53 pada 2025, mengantarkan Kepri sebagai provinsi dengan IPM tertinggi se-Sumatera dan peringkat tiga nasional.
Bukan hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kepri juga tercatat melesat menjadi 6,94 persen pada 2025, yang merupakan yang tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional. Angka pengangguran terbuka pun turun dari 6,89 persen menjadi 6,35 persen.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi keluarga, almamater, dan daerah," ucapnya.
Baca juga: Aturan FWA di Tanjungpinang: Kepala OPD Diminta Awasi Ketat Pelayanan Publik
Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, turut mendampingi jalannya prosesi wisuda. Dari total 478 lulusan yang dikukuhkan, rinciannya berasal dari lima fakultas dan program pascasarjana:
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 121 orang
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 101 orang
- Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen: 90 orang
- Fakultas Teknik dan Teknologi Kelautan: 58 orang
- Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan: 51 orang
- Pascasarjana: 57 orang
Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, anggota DPRD Kepri Khazalikal, Wakil Bupati Lingga Novrizal, Sekda Kabupaten Bintan Ronny Kartika, serta jajaran pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi di Kepulauan Riau.

Komentar Via Facebook :