Isi Bensin dari 5 Bar, Pengendara di Batam Ditagih Rp250 Ribu: "Saya Bukan Pertama Kali Merasa Aneh"

Isi Bensin dari 5 Bar, Pengendara di Batam Ditagih Rp250 Ribu: "Saya Bukan Pertama Kali Merasa Aneh"

Nota bahan bakar minyak (BBM).

Nurjali

Batam, Batamnews - Sebuah keluhan mencuat dari seorang pengendara mobil bernama Jesica. Ia merasa ada kejanggalan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Tembesi, Batam, Kepulauan Riau. 

Yang ia soroti bukan hanya soal harga, tapi juga nota yang dinilai bermasalah. Cerita ini bermula pada Selasa, 24 Maret 2026 sore, sekitar pukul 17.45 WIB. 

Saat itu, Jesica hendak mengisi mobilnya dengan Pertalite di SPBU bernomor 13.294.708, yang terletak di jalur menuju Barelang. Kondisi mobilnya masih menyisakan bahan bakar.

Baca juga: Mulai 26 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses Medsos, Pemkot Batam: Isi Data dengan Jujur!

“Posisi bensin saya masih 5 dari 8 bar. Saya minta diisi full karena mau perjalanan ke Jembatan 5 Barelang,” ujar Jesica, saat ditemui wartawan, Rabu, 25 Maret 2026.

Sebagai pengendara yang biasa mengisi sendiri, Jesica sudah punya perkiraan. Ia menduga biaya untuk mengisi penuh dari posisi 5 bar hanya akan menghabiskan sekitar Rp150 ribu. Namun, kenyataan di lokasi berbicara lain.

“Estimasi saya paling sekitar Rp150 ribu sudah full. Tapi tiba-tiba selesai dan saya ditagih Rp250 ribu. Padahal biasanya harga segitu itu kalau saya isi dari posisi 2 bar,” jelasnya, masih heran.

Keanehan tak berhenti di situ. Saat Jesica meminta struk pembelian, petugas SPBU beralasan mesin sedang error. Ia sempat diberikan nota dengan nominal Rp350 ribu—angka yang tak sesuai karena ia hanya ditagih Rp250 ribu. Setelah ia meminta ulang, barulah petugas membuatkan nota tulis tangan.

“Saya minta nota, tapi petugas bilang mesin error. Sempat dikasih nota Rp350 ribu, padahal saya ditagih Rp250 ribu. Setelah saya minta lagi, baru dibuatkan nota tulis Rp250 ribu,” katanya.

Jesica pun meneliti nota tersebut. Ia mendapati dua kejanggalan lain: jumlah liter BBM tidak tercantum alias tertulis “0.00 liter”, dan lokasi yang tertera di nota berbeda dengan tempat ia mengisi.

“Di nota tertulis 0.00 liter dan lokasi SPBU Taman Kota Baloi, padahal saya isi di Tembesi. Ini jelas janggal,” ungkapnya.

Bukan tanpa alasan Jesica begitu yakin ada keanehan. Ia mengaku sudah hapal dengan kapasitas tangki mobilnya. Menurut pengalamannya, mengisi dari kondisi hampir kosong hingga penuh biasanya membutuhkan biaya sekitar Rp315 ribu.

“Saya biasa isi dari 1 bar sampai full itu sekitar Rp315 ribu. Kalau dari 2 bar sekitar Rp280 ribu. Ini posisi masih 5 bar tapi bayar Rp250 ribu, jelas tidak wajar,” tegasnya.

Bahkan, Jesica mengakui ini bukan kali pertama ia merasakan kejanggalan di SPBU yang sama. Ia pernah mengalami hal serupa sebelumnya.

Baca juga: Remaja 15 Tahun Tenggelam di Telaga Biru Nongsa, Awalnya Berburu Sunrise Bersama Teman

“Saya sudah dua kali isi di situ dan merasa tidak wajar. Pernah isi Rp100 ribu cuma naik satu bar, bahkan pernah isi Rp50 ribu indikator tidak naik sama sekali,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Jesica mencurigai adanya dugaan kecurangan dalam pengisian BBM di SPBU tersebut. Ia pun berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Saya merasa ini ada indikasi kecurangan. Saya tidak akan isi di sana lagi dan berharap ada pemeriksaan,” pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :