Kepala Kemenag Batam Buka Suara Soal Dugaan Pungli Insentif Guru RA: Saya Tidak Pernah Perintahkan Pemotongan!
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews — Menanggapi kabar miring mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dana insentif guru Raudhatul Athfal (RA) di Kota Batam, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, memberikan klarifikasi tegas.
Budi menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam instruksi pemotongan dana yang tengah menjadi sorotan publik tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus Kemenag adalah mendukung kesejahteraan tenaga pendidik, bukan sebaliknya.
Bantahan Tegas Instruksi Pemotongan
Budi Dermawan secara langsung menepis tudingan adanya perintah dari instansi yang dipimpinnya terkait pemotongan insentif yang mencapai angka Rp500.000 hingga Rp1.000.000 tersebut.
"Terima kasih atas informasinya. Saya sebagai Kepala Kemenag tidak pernah menginstruksikan atau memerintahkan pemotongan uang insentif. Tugas kami di Kemenag adalah bagaimana guru-guru bisa mendapatkan kesejahteraan," tegas Budi saat memberikan keterangan, Rabu (18/3/2026).
Fungsi Pembinaan, Bukan Campur Tangan Keuangan
Terkait keterlibatan organisasi profesi seperti Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) yang diduga menjadi pelaksana pemotongan, Budi menjelaskan posisi Kemenag sebagai pembina organisasi.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa wewenang pembinaan tersebut tidak menyentuh ranah keuangan internal organisasi.
"Di Batam banyak organisasi, dan saya sebagai pembina organisasi se-Kota Batam tugasnya adalah membina dan melayani administrasi ke organisasi. Perihal keuangan, saya tidak pernah ikut campur," tambahnya.
Akan Lakukan Pembinaan Khusus
Menanggapi adanya klaim dalam pesan singkat atau rekaman suara yang mencatut nama institusi atau wewenang Kemenag, Budi meminta agar para guru atau pihak terkait langsung melakukan konfirmasi kepada dirinya.
Hal ini bertujuan agar tidak ada informasi simpang siur yang merugikan nama baik instansi.
Sebagai langkah tindak lanjut, Budi berjanji akan memanggil dan memberikan pembinaan kepada organisasi-organisasi di bawah naungannya.
"Saya berterima kasih atas informasinya. Nanti saya akan beri pembinaan ke organisasi penerima insentif. Semoga masalah ini segera selesai dan tidak ada kendala lagi di lapangan," pungkasnya.
Langkah Budi Dermawan ini diharapkan dapat meredam keresahan para guru RA di Batam yang merasa terintimidasi, sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi oknum organisasi agar tidak menyalahgunakan wewenang dalam pengelolaan dana insentif.

Komentar Via Facebook :