DPRD Batam Soroti Tenggelamnya Tugboat di Perairan ASL, Pertanyakan Kelayakan Kapal dan K3

DPRD Batam Soroti Tenggelamnya Tugboat di Perairan ASL, Pertanyakan Kelayakan Kapal dan K3

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menyoroti secara tajam insiden kecelakaan kerja berupa tenggelamnya kapal tugboat di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menyoroti secara tajam insiden kecelakaan kerja berupa tenggelamnya kapal tugboat di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang. Evaluasi tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di Kantor DPRD Batam, Kamis (12/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, mempertanyakan sejumlah aspek krusial terkait keselamatan kerja dan kelayakan armada milik perusahaan yang terlibat.

“Kami ingin kejelasan, apakah kapal itu memiliki surat izin berlayar dan apakah benar-benar layak jalan? Apakah sudah berkoordinasi dengan KSOP? Setahu saya, kapal itu adalah kapal lama,” tegas Aweng.

Kritik Terhadap Penerapan K3 dan Alasan Cuaca

Aweng menilai rentetan kecelakaan kerja yang beberapa kali terjadi di kawasan galangan kapal tersebut harus menjadi alarm keras terkait buruknya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia juga menolak jika faktor cuaca dijadikan alasan tunggal tanpa ada upaya mitigasi.

“Kalau memang karena cuaca, itu sebenarnya bisa diprediksi untuk mencegahnya. Jangan semua dianggap selesai begitu saja. Kecelakaan kerja di kawasan itu sudah sering terjadi, artinya penerapan K3 di sana tidak baik,” tambahnya.

DPRD Batam secara resmi mengeluarkan rekomendasi agar perusahaan segera meningkatkan standar keselamatan kerja di kawasan tersebut agar insiden serupa tidak terulang.

Respons Disnaker Kepri dan Tanggung Jawab Perusahaan

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menyatakan bahwa rentetan kejadian di PT ASL menjadi cermin yang berdampak pada iklim investasi daerah. Pihaknya berjanji akan terus melakukan pembenahan.

Diky turut menyampaikan belasungkawa dan memastikan hak-hak korban dipenuhi, meski ia menyebut insiden ini dipicu oleh alam.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Namun, berdasarkan hasil sementara, kejadian kali ini murni karena faktor alam,” ucap Diky.

Di sisi lain, PT Pradana Samudra Lines selaku perusahaan penyedia awak kapal (crew management) memastikan bertanggung jawab penuh. Manajer Agensi, Moh. Fatur Akbar, menegaskan pihaknya menanggung seluruh santunan, pencairan asuransi, hingga biaya pemakaman para korban.

“Kami memberikan santunan, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses selesai. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan kami, dan kami memastikan seluruh kru sudah bekerja sesuai SOP,” jelas Fatur.

Menurut kesaksian kru yang selamat, kecelakaan dipicu oleh arus laut yang sangat kuat saat kelima kru sedang membantu mendorong kapal lain. Kapal tugboat kemudian terdorong ombak hingga terbalik saat sebagian kru tengah berada di luar kapal untuk memperbaiki tali.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :