Menunggu Realisasi Tiga PSN di Batam: Momentum Investasi dan Harapan Menekan Pengangguran

Menunggu Realisasi Tiga PSN di Batam: Momentum Investasi dan Harapan Menekan Pengangguran

Ilustrasi PSN.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Tiga proyek berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) di Batam dinilai dapat menjadi pengungkit besar investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah apabila segera terealisasi. Ketiga proyek tersebut adalah Rempang Eco City, Kawasan Industri Tanjung Sauh, dan Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Pulau Galang.

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin memanas, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu ketidakpastian rantai pasok global, Batam dinilai memiliki peluang besar menjadi tujuan relokasi industri dan investasi baru di kawasan Asia Tenggara.

Sejumlah kalangan menilai percepatan realisasi proyek-proyek strategis tersebut dapat memperkuat posisi Batam sebagai hub industri dan logistik internasional di Selat Malaka.

Pengangguran Masih Jadi Tantangan

Meski pertumbuhan ekonomi Batam tergolong kuat dalam beberapa tahun terakhir, persoalan ketenagakerjaan masih menjadi tantangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Batam pada 2024 sebesar 7,68 persen. 

Angka tersebut memang menurun dibandingkan 9,56 persen pada 2022 dan 8,14 persen pada 2023, namun masih tergolong tinggi untuk kota industri.

Dengan jumlah angkatan kerja sekitar 656.923 orang, lebih dari 50 ribu penduduk Batam masih belum memiliki pekerjaan. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja baru tetap menjadi kebutuhan penting, terutama seiring terus meningkatnya jumlah pencari kerja yang datang ke Batam.

Rempang Eco City: Investasi Rp381 Triliun

Salah satu proyek terbesar adalah Rempang Eco City, yang ditetapkan sebagai PSN melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 tentang perubahan daftar Proyek Strategis Nasional.

Pengembangan kawasan di Pulau Rempang ini diperkirakan memiliki potensi investasi hingga Rp381 triliun dengan target penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang dalam jangka panjang.

Proyek ini dikembangkan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan dukungan investor utama Xinyi Group dari China yang berencana membangun industri kaca dan panel surya berbasis pasir silika.

Tanjung Sauh: Investasi Rp199 Triliun

Selain Rempang, pemerintah juga mengembangkan Kawasan Industri Tanjung Sauh yang berada di selatan Batam. Kawasan ini ditetapkan sebagai PSN melalui Permenko Perekonomian No. 21 Tahun 2022.

KEK Tanjung Sauh memiliki luas sekitar 840 hektare dan diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp199,6 triliun serta menciptakan lebih dari 366 ribu lapangan kerja dalam jangka panjang.

Kawasan ini dikembangkan oleh Panbil Group melalui PT Batam Raya Sukses Perkasa dan dirancang untuk industri manufaktur, logistik, energi, hingga pusat data.

Wiraraja GESEIP: Industri Energi Hijau dan Semikonduktor Nilai Investasi Rp 400 T

Proyek ketiga adalah Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Pulau Galang. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri berbasis energi hijau dan teknologi masa depan.

PSN Wiraraja berlandaskan Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029.

Pengembangan kawasan ini menargetkan industri seperti semikonduktor, pengolahan pasir silika menjadi polysilicon, serta manufaktur panel surya dan energi terbarukan.

Proyek ini melibatkan konsorsium investor internasional dari Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp 82 T dalam jangka pendek dan Rp 400 T dalam jangka panjang yang saat ini dalam pengembangan penuh.

Peluang Besar di Tengah Geopolitik Global

Pengamat ekonomi menilai ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan meningkatnya rivalitas ekonomi antarnegara besar, justru dapat membuka peluang baru bagi kawasan industri yang stabil dan strategis.

Banyak perusahaan multinasional kini melakukan diversifikasi lokasi produksi untuk mengurangi risiko geopolitik dan gangguan rantai pasok global.

Batam dinilai memiliki keunggulan strategis berupa kedekatan dengan Singapura, akses langsung ke jalur pelayaran internasional Selat Malaka, serta status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) yang memberikan berbagai insentif bagi investor.

Jika tiga proyek PSN tersebut dapat segera terealisasi, Batam berpotensi menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat industri manufaktur dan energi bersih di kawasan Asia Tenggara.

Dengan potensi investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah, realisasi tiga proyek PSN tersebut diharapkan tidak hanya mendorong masuknya investasi global, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menekan pengangguran dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :