Pemprov Kepri Teken Pinjaman Daerah dengan Bank BJB, Besaran Tak Disebut
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama jajaran manajemen Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menandatangani Perjanjian Pemberian Pinjaman Daerah.
Batam, Batamnews — Setelah sempat menjadi perbincangan, rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengambil pinjaman daerah akhirnya resmi direalisasikan.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama jajaran manajemen Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menandatangani Perjanjian Pemberian Pinjaman Daerah. Acara berlangsung di Ruang VIP Pelabuhan Punggur, Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 5 Maret 2026.
Kerja sama ini disebut sebagai langkah untuk memperkuat pembiayaan pembangunan di daerah. Dalam sambutannya, Gubernur Ansar mengapresiasi dukungan Bank BJB terhadap program-program pembangunan Kepri melalui skema pinjaman tersebut.
Baca juga: Kontribusi 60 Persen untuk Kepri, Ekonomi Batam Catat Pertumbuhan 6,76 Persen
"Kami mohon doa agar semua program yang direncanakan berjalan baik. Pemerintah akan mengawasi pelaksanaannya secara ketat, agar seluruh kegiatan pembangunan terlaksana sesuai rencana dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," ujar Ansar.
Ia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan. Tidak hanya terbatas pada pembiayaan, tetapi juga program penguatan ekonomi daerah.
"Melalui kerja sama ini, kami berharap dukungan pembiayaan dari Bank BJB dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan strategis di daerah," tambahnya.
Hadir dalam penandatanganan tersebut jajaran direksi Bank BJB, antara lain Direktur Korporasi dan UMKM Mulyana, Komisaris Utama Rudie Kusmayadi, serta Pemimpin Cabang Batam Yusriyadi.
Dari jajaran Pemprov Kepri, tampak mendampingi Gubernur antara lain Kepala Bapenda Abdullah, Kepala BKAD Venni Meitaria Detiawati, dan Kepala Dinas PUPP Rodi Yantari.
Baca juga: Layanan Paspor Immicare: Imigrasi Batam Jemput Bola ke RS Awal Bros untuk Pasien Balita
Meski perjanjian telah diteken, Pemerintah Provinsi Kepri belum menyebutkan secara resmi berapa nominal pinjaman daerah yang disepakati dalam pertemuan di Batam tersebut.

Komentar Via Facebook :