Antisipasi Lonjakan Harga saat Ramadan, Senator Dwi Ajeng Rapat Bareng TPID Kepri

Antisipasi Lonjakan Harga saat Ramadan, Senator Dwi Ajeng Rapat Bareng TPID Kepri

Dwi Ajeng Sekar Respaty menggelar rapat kerja bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau, Senin (23/2/2026). (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Mengantisipasi potensi kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2026, Dwi Ajeng Sekar Respaty menggelar rapat kerja bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Komplek Kadin Batam Center itu menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Sebagai anggota Komite IV DPD RI yang membidangi perekonomian, keuangan, dan UMKM, Dwi Ajeng menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi tekanan inflasi tahun ini. Ia menyebut, kondisi 2026 memiliki tantangan lebih besar dibanding tahun sebelumnya, terutama akibat bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan pangan Kepri.

Rapat kerja yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Masing-masing perwakilan TPID memaparkan kondisi terkini sesuai tugas pokok dan fungsinya, mulai dari sektor pangan, distribusi, transportasi, hingga data statistik inflasi daerah.

Dalam forum tersebut, Dwi Ajeng yang merupakan satu-satunya senator perempuan dari daerah pemilihan Kepri menggali gambaran komprehensif terkait perkembangan inflasi, komoditas penyumbang kenaikan harga, serta efektivitas koordinasi antarinstansi. Ia juga meminta evaluasi konkret atas langkah intervensi yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah.

Paparan dari dinas terkait mengungkap sejumlah tantangan, terutama pada distribusi dan logistik komoditas strategis. Karakteristik wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Kepulauan Riau dinilai rentan terhadap gangguan pasokan, terlebih jika terjadi hambatan cuaca maupun kendala infrastruktur.

Isu ketersediaan uang tunai menjelang Idul Fitri turut menjadi perhatian. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro, memastikan kesiapan lembaganya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.

Menurut Rony, Bank Indonesia telah menjaga posisi kas siap edar sesuai proyeksi kebutuhan. Selain itu, koordinasi intensif dengan perbankan dilakukan melalui rapat bersama untuk memastikan layanan penukaran uang berjalan lancar, baik melalui loket perbankan maupun layanan tematik di berbagai titik strategis.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepri melalui OPD yang tergabung dalam TPID menyampaikan optimisme bahwa pasokan bahan kebutuhan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri dalam kondisi aman. Hal tersebut merujuk pada Neraca Pangan 2026 yang menunjukkan ketahanan stok bahan utama relatif terkendali.

Optimisme serupa juga ditegaskan oleh BPS Kepri dan Bagian Perekonomian Setdako Batam. Dengan koordinasi yang solid serta pemantauan intensif menjelang hari besar keagamaan, diharapkan masyarakat Kepri dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri 2026 tanpa dibayangi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :