Menyusuri Pasar Ramadan Tanjung Uma: Ikan Bakar hingga Kue Tradisional Mewarnai Sore di Pesisir Batam
Salah satu bazar takjil di Kota Batam yang ramai pengunjung.
Batam, Batamnews – Ramadan identik dengan keramaian pasar takjil. Namun, di Batam, Pasar Ramadan Kampung Tua Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau, di kawasan pesisir menawarkan pengalaman berbeda. Di sini, aroma ikan bakar dan cumi bercampur dengan manisnya kolak dan kue tradisional Melayu.
Hampir setiap kecamatan di Batam memiliki sentra takjil. Pemerintah daerah mencatat setidaknya ada 100 hingga 150 pasar kaget yang tersebar selama bulan puasa.
Mulai dari Mega Legenda di Batam Center, Tiban Center di Sekupang, Pasar Mitra Raya di Batam Kota, hingga Pasar Fanindo di Batu Aji, semua ramai di sore hari. Namun, Kampung Tua Tanjung Uma di Kecamatan Batu Aji punya daya tarik tersendiri sebagai kawasan pesisir yang kaya kuliner.
Baca juga: Puasa Ramadhan di Anambas: Polisi Patroli Poskamling untuk Rasa Aman Warga
Sore mulai menjelang magrib, suasana di Kampung Agas, Tanjung Uma, berubah menjadi lautan manusia. Puluhan lapak takjil berjejer di sepanjang jalan utama. Yang membedakan pasar ini dengan yang lain adalah dominasi hidangan laut segar yang siap santap.
Deretan ikan bakar menjadi primadona. Bawal, pari, dan aneka ikan laut lainnya dibakar di atas bara, mengeluarkan aroma yang menggoda. Tak heran jika para pedagang bisa menghabiskan puluhan ekor per hari.
"Kalau Ramadan begini, bisa sampai 80 ekor terjual," ujar seorang pedagang, seraya membalik ikan di atas panggangan. Cumi bakar, udang goreng, hingga kerang dengan berbagai bumbu khas Melayu juga tak kalah laris.
Selain menu berat, pencari takjil ringan pun dimanjakan. Otak-otak ikan dan epok-epok (pastel goreng isi) banyak dibeli sebagai kudapan pembuka. Laksa atau lakse khas Melayu dengan kuah gurih juga menjadi buruan warga yang ingin berbuka dengan makanan berkuah hangat.
Di bagian lain, aneka kue tradisional seperti bingka, tepung gomak, kue putu, serabi, dan risoles berjejer rapi, siap menemani secangkir teh setelah salat Magrib.
Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong. Untuk lauk laut, pengunjung bisa merogoh kocek mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000 per porsi tergantung ukuran dan jenisnya. Sementara jajanan ringan seperti kue dan gorengan bisa didapatkan dengan harga lebih murah.
Suasana semakin semarak menjelang waktu berbuka. Warga berdatangan, sebagian langsung menuju lapak favorit untuk "memburu" ikan bakar sebelum kehabisan. Keramaian khas Ramadan ini menjadi pemandangan rutin yang menghidupkan kawasan pesisir Tanjung Uma.
Baca juga: Kawasan Batu 9 Berubah Jadi Pasar Takjil Rakyat di Tanjungpinang, Warga Non-Muslim Ikut Berburu
Bagi yang penasaran, beberapa menu wajib coba di Tanjung Uma versi pengunjung setia adalah ikan bakar bawal atau pari, cumi bakar, otak-otak, dan laksa Melayu.
Lokasinya bisa ditemukan di deretan lapak seafood dekat Kampung Agas. Jadi, jika ingin berbuka dengan menu laut segar sambil merasakan nuansa pesisir, Pasar Ramadan Kampung Tua Tanjung Uma bisa menjadi tujuan.

Komentar Via Facebook :