DP3AP2KB Batam Buka Hotline 24 Jam, Ajak Warga Berani Laporkan Kekerasan Anak

DP3AP2KB Batam Buka Hotline 24 Jam, Ajak Warga Berani Laporkan Kekerasan Anak

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Batam, Novi Harmadyastuti. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Maraknya kasus kekerasan dan pencabulan anak yang mengguncang Kota Batam, Kepulauan Riau, belakangan ini, membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam bertindak cepat. Mereka membuka saluran Hotline selama 24 jam penuh!

"Jangan ragu melaporkan ke hotline kami di nomor 085136863321, semua data akan kami rahasiakan dan semua laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional," tegas Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Batam, Novi Harmadyastuti, Rabu (11/2/2026) sore di Mapolresta Barelang.

Menurut Novi, dalam beberapa pekan terakhir, Batam memang dihebohkan dengan serangkaian kasus kekerasan terhadap siswa atau pelajar.

Ia menyebutkan beberapa di antaranya: kasus pasangan kekasih di bawah umur yang ditangani Polsek Sekupang, laporan kekerasan pencabulan di SMPN 30 Bengkong Sadai yang sudah masuk ke Polresta Barelang, dan juga kasus siswa SMKN 1 Batam yang dilaporkan di Polsek Batuaji.

Melihat fakta ini, Novi meminta pihak kepolisian untuk mendalami kasus-kasus tersebut hingga tuntas. Secara internal, DP3AP2KB sendiri tak henti berupaya melakukan pencegahan. Fokus utama pemerintah daerah adalah menekan angka kekerasan, baik yang menimpa perempuan maupun anak-anak.

"DP3AP2KB selama ini terus melakukan berbagai langkah preventif, untuk meminimalkan potensi terjadinya kekerasan," ujarnya.

Upaya pencegahan ini dilakukan secara menyeluruh, menyasar berbagai lapisan masyarakat. Sosialisasi telah gencar dilakukan di sekolah-sekolah, kelompok ibu-ibu PKK, majelis taklim, bahkan hingga para guru bimbingan dan penyuluhan (BP). Tujuannya agar mereka memiliki kepekaan tinggi dalam mendeteksi tanda-tanda kekerasan pada anak.

“Kolaborasi ini sangat kami butuhkan. Kami berharap mereka berani menjadi pelopor dan pelapor, seperti yang selalu kami sampaikan,” kata Novi.

Novi juga menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap tingginya angka kekerasan pada anak di Batam. Bayangkan saja, hingga awal Februari 2026 ini, tercatat sudah ada 23 kasus kekerasan terhadap anak, padahal tahun baru belum genap berjalan dua bulan!

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat sekitar 300 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sementara itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga juga masih tergolong tinggi, mencapai sekitar 330 kasus, dengan bentuk kekerasan yang beragam, mulai dari fisik hingga psikis.

Salah satu kendala utama dalam penanganan kasus kekerasan, sebut Novi, adalah ketakutan korban untuk melapor. Banyak anak yang masih enggan menceritakan apa yang dialaminya, bahkan kepada orang tua mereka sendiri.

"Karena itu, sosialisasi dinilai harus dilakukan lebih masif agar anak, orang tua, dan guru memahami kecenderungan korban kekerasan," ujarnya.

Untuk itu, DP3AP2KB Kota Batam juga mengajak peran aktif media. Bantuan dari teman-teman media sangat dibutuhkan agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terus meningkat.

"Jangan takut untuk menjadi pelopor dan pelapor. Keberanian melapor adalah kunci untuk menghentikan kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :