Kasus Pencabulan Anak Merajalela, DPRD Desak Orang Tua dan Sekolah Perketat Pengawasan

Kasus Pencabulan Anak Merajalela, DPRD Desak Orang Tua dan Sekolah Perketat Pengawasan

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Hendrik. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Gelombang aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur, terutama yang masih mengenyam pendidikan, dalam sepekan terakhir ini telah membunyikan alarm keras di Kota Batam.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Hendrik, mendesak semua pihak, terutama sekolah dan orang tua, untuk segera bertindak aktif dalam pengawasan anak-anak guna mencegah terulangnya tragedi serupa. Situasi ini mengkhawatirkan dan butuh perhatian serius!

Hendrik menegaskan bahwa kejadian memilukan ini adalah peringatan kolektif. "Kejadian ini harus menjadi alarm bersama, tidak hanya bagi pihak sekolah, tetapi juga bagi orang tua dan institusi terkait yang bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak," katanya usai pertemuan di Mapolresta Barelang, Rabu (11/2/2026) siang.

Menurut Hendrik, peran orang tua sangat vital dalam membekali anak-anak remaja dengan pemahaman dini tentang batasan diri dan cara melindungi diri dari ancaman. "Seluruh orang tua murid, tentu harus membekali anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya orang tua untuk lebih selektif dalam memberikan pandangan positif serta pemahaman, khususnya bagi anak perempuan. Kasus pelecehan seksual, ujarnya, bukan fenomena lokal di satu sekolah atau lingkungan saja.

"Karena itu, kewaspadaan serta pendidikan karakter harus terus ditanamkan sebagai benteng utama bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai risiko sosial," tegas Hendrik.

Politisi ini juga mengimbau agar pengawasan terhadap remaja diperketat, dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dituntut lebih aktif memantau pergaulan dan kondisi psikologis anak agar persoalan serupa tidak lagi terjadi.

Tak hanya keluarga, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah juga diminta meningkatkan pengawasan internal. Pembinaan rutin bagi guru dan siswa, melalui kegiatan edukasi dan wawasan moral, diharapkan mampu mencegah tindakan asusila di lingkungan pendidikan.

"Padahal Batam sebagai Kota Layak Anak, jika sering terjadi kasus asusila terhadap anak maka sangat disayangkan," ungkapnya dengan nada prihatin.

Hendrik menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa regulasi dan program perlindungan anak harus dijalankan secara konsisten. Sinergi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman dan ramah bagi anak.

"Makanya kita semua berperan menjaga agar anak kita tidak menjadi korban kekerasan ataupun pencabulan," tutupnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :