Respon Keluhan Warga, BPBD Lingga Distribusikan Air Bersih ke Kampung Senempek

Respon Keluhan Warga, BPBD Lingga Distribusikan Air Bersih ke Kampung Senempek

Pihak BPBD bersama personel Polsek Daik hingga Anggota Yonif TP/849 Beladau Sakti saat menyalurkan bantuan air bersih di Kampung Senempek, dan disambut antusias warga setempat. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Kesulitan air bersih yang mencekik warga Kampung Senempek, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, akhirnya mendapat respons nyata. Di tengah kondisi sulit akibat kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga mengerahkan mobil tangki untuk menyalurkan pasokan air ke kampung tersebut, Selasa malam (10/2/2026).

Sebelum bantuan ini datang, warga harus berjuang keras memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mahmur, salah seorang warga setempat, sempat menceritakan betapa ia dan warga lainnya harus memutar otak saat hujan tak kunjung turun.

"Kami sekarang susah air, karena tidak ada hujan lebat turun. Karena sekarang musim kemarau, kami ambil air di perigi-perigi yang ada di kampung Senempek. Walaupun airnya agak bening, tapi sedikit berbau," keluh Mahmur kepada Batamnews, Selasa pagi.

Merespons jeritan warga ini, BPBD tak bergerak sendirian. Mereka menggandeng personel Polsek Daik dan anggota Yonif TP/849 Beladau Sakti untuk mendistribusikan air. Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, menyebut total ada 10 ton air yang digelontorkan malam itu.

Baca juga: Panas Berkepanjangan, Warga Kampung Senempek di Lingga Bertaruh Peluh Demi Setetes Air Bersih

"Sudah 10.000 liter yang kita berikan ke warga. Semoga sedikit dapat membantu warga Senempek dalam memenuhi kebutuhannya," ujar Okta.

Meski bantuan darurat telah tiba, Okta menyadari ini hanyalah solusi sementara. Ia menaruh harapan besar agar infrastruktur air di wilayah tersebut segera membaik.

"Kami berharap kondisi jaringan air di Senempek bisa pulih, sehingga masyarakat dapat pasokan air," katanya.

Di sisi lain, Okta juga mengingatkan bahwa cuaca panas dan angin kencang saat ini membawa ancaman lain, yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia mewanti-wanti warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat api sedang melalap wilayah tetangga.

"Pasa saat ini kebakaran di desa sungai pinang masih berlangsung. Maka kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahan sembarang, dan tidak membuang puntung rokok di dedaunan kering pinggir jalan," pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :