Pastikan Bebas Hama, Karantina Kepri Pantau Pengiriman 37,3 Ton Kelapa dari Natuna Tujuan Tanjungpinang
Petugas Karantina saat mengecek kelapa bulat dari Natuna yang akan dikirim ke Kota Tanjungpinang. (Foto: istimewa)
Natuna, Batamnews – Natuna tidak hanya dikenal dengan pesona pantainya yang memukau, tetapi juga tanahnya yang subur. Salah satu bukti kekayaan alamnya adalah pohon kelapa yang tumbuh subur di sepanjang wilayah ini. Menariknya, kelapa bulat asal Natuna kini menjadi komoditas primadona yang rutin dikirim ke berbagai daerah, termasuk ke Tanjungpinang.
Aktivitas lalu lintas hasil bumi ini terpantau jelas melalui sistem digitalisasi layanan Best Trust. Kali ini, KM. Victory Indah menjadi armada yang mengangkut puluhan ton kelapa tersebut. Selama proses pemuatan di Pelabuhan Penagi, petugas Karantina Kepri melalui Satuan Pelayanan Natuna turun langsung untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan ketat.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, membenarkan adanya aktivitas pengiriman tersebut.
“Betul ada pengiriman kelapa bulat ke Tanjungpinang. Dari awal pemuatan sampai tanggal 5 Februari kapal berangkat, Karantina Kepri melihat proses pemuatan. Kami hanya ingin semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala” ungkap Hasim dalam keterangannya.
Dalam keberangkatan kali ini, tercatat sebanyak 37,3 ton kelapa bulat yang dikirim. Tak hanya kelapa, kapal tersebut juga mengangkut 45 m3 kayu pallet dan 121 kg sagu dengan tujuan yang sama, yaitu Tanjungpinang. Sebelum berlayar, Karantina Kepri memastikan seluruh media pembawa tersebut telah melewati pemeriksaan administratif maupun fisik.
Langkah ini sejalan dengan amanat UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Dalam Pasal 35 ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang melalulintaskan media pembawa antar-area di wilayah NKRI wajib melengkapi Sertifikat Kesehatan, melalui tempat yang ditetapkan, serta melaporkannya kepada pejabat Karantina.
Hasim menegaskan bahwa pengawasan ini sangat krusial untuk menjaga kelestarian pertanian di daerah tujuan.
“Penyelenggaraan karantina ditujukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Sekaligus memastikan semua media pembawa yang dilalu-lintaskan dalam keadaan aman, sehat, layak untuk dikonsumsi masyarakat” tambahnya.
Hasim mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk selalu disiplin melapor. Menurutnya, sekecil apa pun media pembawa yang dibawa, jika mengandung penyakit, dampaknya akan sangat besar bagi pertanian dan kesehatan masyarakat luas.

Komentar Via Facebook :