Karantina Kesehatan Batam Perketat Pengawasan di Pintu Masuk, Antisipasi Masuknya Virus Nipah Jelang Imlek
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Batam meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk wilayah. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Batam meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk wilayah. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya proaktif guna mengantisipasi risiko kesehatan masyarakat, khususnya potensi masuk dan penyebaran Virus Nipah.
Kepala BBKK Batam, Ahmad Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian prosedur pengawasan ketat, terutama di pelabuhan-pelabuhan internasional yang menjadi titik vital mobilisasi penumpang antarnegara.
“Dalam rangka mengantisipasi potensi risiko kesehatan selama momentum Imlek, kami telah menyiapkan langkah-langkah pengawasan dan pelayanan kesehatan yang lebih intensif di pintu masuk wilayah,” ujar Ahmad Hidayat, Senin (2/1/2026).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BBKK Batam telah mendirikan Posko Pelayanan dan Pengawasan Imlek di sejumlah pelabuhan. Posko ini diproyeksikan sebagai pusat respons cepat (quick response) jika ditemukan kejadian kesehatan yang menonjol, sekaligus menjadi wadah penguatan koordinasi lintas sektor.
Beberapa instrumen pengawasan yang dioptimalkan meliputi:
* Pemeriksaan Suhu Tubuh: Penggunaan thermal scanner dan thermometer gun secara rutin untuk deteksi dini gejala demam pada penumpang.
* Sistem Kewaspadaan Dini: Pemantauan melalui sistem All Indonesia untuk melacak riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang secara digital.
* Surveilans Lapangan: Pengetatan penelusuran riwayat perjalanan bagi penumpang yang berasal dari wilayah dengan temuan kasus aktif.
“Pengawasan kesehatan terus kami tingkatkan sebagai langkah antisipatif. Kami memastikan petugas di lapangan dalam kondisi siaga dan sistem deteksi dini berjalan optimal selama 24 jam,” tambah Ahmad.
Selain pengawasan di garda terdepan, BBKK Batam juga telah mematangkan alur penanganan darurat. Koordinasi dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun mekanisme evakuasi jika ditemukan penumpang yang terindikasi terpapar virus.
“Semua prosedur, mulai dari identifikasi hingga evakuasi ke rumah sakit rujukan, sudah dipahami bersama. Hal ini penting agar respon yang diberikan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.
Logistik kesehatan dan kesiapan petugas juga menjadi prioritas guna memastikan tidak ada celah bagi masuknya penyakit menular selama lonjakan mobilitas masyarakat di masa libur Imlek.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memberikan klarifikasi mengenai status terkini kesehatan di wilayah Batam. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan adanya kasus Virus Nipah di Kota Batam.
"Masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada. Saat ini belum ada Virus Nipah di Kota Batam," ungkap Didi.

Komentar Via Facebook :