Perluasan Jaringan Gas di Batam Tak Kunjung Terealisasi, Ini Kata Danantara
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah memacu langkah besar di Batam. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN kini fokus mempercepat pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di kota tersebut. Bukan tanpa alasan, proyek ini menjadi bagian dari strategi besar transisi energi bersih sekaligus upaya memangkas ketergantungan pada energi impor.
Batam sengaja dipilih menjadi pilot project nasional. Jika sukses, model pengembangan di kota ini akan direplikasi ke berbagai kota lain di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini juga sejalan dengan mandat dari Danantara agar PGN lebih fokus pada bisnis sektor midstream dan downstream gas guna memperluas layanan gas bumi.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memberikan gambaran jelas mengenai rencana ini pada Rabu (28/01/2026).
“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota (Batam) sambil kita review,” ujar Dony.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan bahwa komitmen PGN adalah menyediakan energi yang tidak hanya lebih bersih, tetapi juga aman dan terjangkau bagi masyarakat luas. Ia menjelaskan bahwa ekspansi ini akan dilakukan secara terukur.
“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelas Aldi.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sudah ada 8.829 pelanggan jargas di Batam. Namun, PGN tidak berhenti di situ. Memasuki tahun 2026, target besar telah ditetapkan: menambah 10.000 sambungan rumah (SR) baru. Perluasan ini akan menyasar tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Pengerjaan fisik rencananya akan dimulai pada Maret 2026 secara bertahap.
Ambisi ini juga didukung oleh sokongan finansial yang kuat. Pengembangan jargas merupakan bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN tahun 2026 yang mencapai US$353 juta. Sekitar 62% dari dana tersebut dialokasikan khusus untuk memperkuat sektor midstream, downstream, dan sektor pendukung lainnya.
Melalui program ini, PGN optimistis masa depan energi Indonesia akan lebih mandiri.
“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” tutup Aldi.

Komentar Via Facebook :