Aipda Raja Faisal, Polisi Perbatasan di Anambas yang Setia Jadi Sopir Ambulan Jenazah
Aipda Raja Faisal. M, SH, anggota Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, yang setia menjadi sopir mobil jenazah bagi warga sejak tahun 2017 hingga sekarang. Foto : Dokumen Polsek Siantan.
Anambas, Batamnews - Di Kepulauan Anambas, seorang polisi tak hanya dikenal sebagai penegak hukum. Ia lebih akrab sebagai sosok yang setia mengantar warga dalam perjalanan terakhirnya.
Dialah Aipda Raja Faisal M., SH., anggota Polsek Siantan, yang dengan tulus merangkap sebagai sopir mobil jenazah sejak 2017.
Tugas mulia ini bermula dari sebuah keperluan mendesak. Kala itu, sopir mobil jenazah di wilayahnya berhenti. Melihat kesulitan warga yang sedang berduka, Raja Faisal tanpa pikir panjang mengambil alih kemudi.
Baca juga: Polsek Lubuk Baja Kawal Distribusi Air Bersih Hingga Tengah Malam di Tanjung Uma
“Awalnya hanya menggantikan karena tidak ada sopir. Namun lama-kelamaan saya niatkan sebagai amal jariah, di samping tugas saya sebagai anggota Polsek Siantan,” tuturnya, Minggu, 1 Februari 2026 sore.
Di daerah kepulauan seperti Anambas, jasa pengantaran jenazah adalah hal krusial. Kehadirannya sering menjadi penolong di saat-saat paling getir bagi keluarga, memastikan prosesi berjalan dengan layak dan penuh hormat.
Meski harus membagi waktu antara tugas sebagai polisi perbatasan dan kewajiban kemanusiaannya, Aipda Raja Faisal mengaku tidak menemui kendala berarti.
“Alhamdulillah, selama ini tidak ada hambatan yang signifikan,” ujarnya. Ketulusan hati menjadi penggeraknya untuk istikamah dalam peran ganda ini.
Tak hanya menyetir, ia juga aktif dalam Tim Fardhu Kifayah Babul Akhirat, yang fokus membantu pengurusan jenazah warga secara menyeluruh.
Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, menyampaikan apresiasi tinggi. Menurutnya, aksi Aipda Raja Faisal adalah cerminan nyata nilai-nilai Polri.
Baca juga: Krisis Air Batam Meluas, Polsek Lubuk Baja Kawal Distribusi Tangki Air ke Warga Tanjung Uma
“Ini bukti bahwa Polri hadir untuk masyarakat, bahkan hingga di saat terakhir kehidupan,” kata Dodi.
Pengabdian Raja Faisal menjadi bukti sederhana namun mendalam: bahwa di balik seragam, ada hati yang berbagi. Di sela tugas menjaga perbatasan, ia memilih untuk juga mengantar warga dengan penuh hormat ke peristirahatan terakhir.

Komentar Via Facebook :