Target 1,7 Juta Wisman 2026, Geliat Pariwisata Batam Dimulai dari Padatnya Pelabuhan Batam Center
Aktifitas di Pelabuhan Batam Centre arus penumpang dan datang dari Singapura.
Batam, Batamnews – Gerbang pariwisata Indonesia di perbatasan kembali menunjukkan denyutnya yang kuat. Memasuki akhir pekan pertama tahun 2026, ribuan wisatawan memadati Pelabuhan Internasional Batam Center, menandai geliat kunjungan dari Singapura dan Malaysia.
Aktivitas ini menguatkan optimisme pemerintah daerah dalam mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang lebih ambisius tahun ini.
Sejak Sabtu, 31 Januari 2026 pagi, suasana ramai terlihat jelas di area kedatangan dan keberangkatan. Antrean penumpang ferry internasional mengular, terutama pada jadwal keberangkatan pagi hari. Keramaian mulai mereda ketika matahari telah tinggi.
Baca juga: Almaz Fried Chicken Cabang Tanjung Uncang Tutup untuk Selamanya
Kepala Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, membenarkan peningkatan volume penumpang yang signifikan.
"Penumpang yang datang pagi cukup ramai, terutama dari Singapura dan Malaysia. Tapi menjelang siang, situasinya kembali normal," jelasnya.
Meski arus penumpang terus naik, operasional pelabuhan masih menghadapi tantangan teknis. Setiap hari, pelabuhan ini melayani 50 hingga 55 perjalanan ferry internasional, namun hanya didukung oleh dua ponton aktif.
Keterbatasan ini kerap memicu kepadatan di dermaga ketika jadwal kedatangan dan keberangkatan beririsan. Optimalisasi fasilitas menjadi hal krusial mengingat arus lalu lintas diprediksi akan terus meningkat.
Ramainya aktivitas di pintu masuk ini sejalan dengan target besar Pemerintah Kota Batam. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam secara resmi menargetkan 1,7 juta kunjungan wisman pada tahun 2026. Angka ini merupakan peningkatan dari target 2025 sebesar 1,5 juta kunjungan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyatakan bahwa tren kunjungan menunjukkan pertumbuhan positif yang konsisten. Bahkan, realisasi kunjungan sepanjang 2025 disebut telah melampaui ekspektasi, meski data resminya masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Untuk mendukung target tersebut, Disbudpar telah menyusun kalender pariwisata yang penuh agenda.
Beberapa di antaranya adalah Batam Wonderfood and Art Ramadhan (festival kuliner dan seni selama sebulan penuh), Batam International Marching Band Competition (ajang dua tahunan yang menarik peserta dan turis mancanegara), serta Kenduri Seni Melayu dan Sea Eagle Boat yang mengangkat budaya dan wisata bahari.
Tidak hanya mengandalkan event, pemerintah juga fokus pada penguatan destinasi. Sejumlah objek wisata seperti Masjid Raja Hamidah telah direvitalisasi untuk tampil lebih menarik.
Baca juga: Kue Kerangkang Laris Manis di Pasar Imlek Tanjungpinang, Ini Makna Filosofis Nian Gao
Sementara itu, kawasan Bengkong Laut semakin berkembang dengan kehadiran berbagai beach club dan destinasi keluarga seperti Batam Zoo Paradise.
"Batam kini terus bertransformasi. Dengan destinasi yang semakin beragam dan agenda yang tertata, kita yakin Batam akan semakin kokoh sebagai salah satu gerbang pariwisata utama di Indonesia," tegas Ardiwinata.
Dengan geliat yang terlihat di pelabuhan dan strategi yang telah disiapkan, Batam bertekad menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kebangkitan pariwisatanya, menggaet lebih dari 1,7 juta wisatawan dari seluruh dunia.

Komentar Via Facebook :