Tokoh Masyarakat Moody Timisela Apresiasi Penanganan Polisi Usai Keributan di Ocarina Batam

Tokoh Masyarakat Moody Timisela Apresiasi Penanganan Polisi Usai Keributan di Ocarina Batam

Tokoh masyarakat Indonesia Timur sekaligus Pendiri Rumpun Melanesia Bersatu (RMB), Moody Arnold Timisela. Foto: Dokumentasi Moody

Nurjali

Batam, Batamnews – Tokoh masyarakat dan pendiri Rumpun Melanesia Bersatu (RMB), Moody Arnold Timisela, memberikan apresiasi tinggi atas penanganan cepat aparat kepolisian terhadap keributan dan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Ocarina, Batam Center, belum lama ini. 

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyebarkan isu yang bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) pascainsiden tersebut.

“Masalah apapun jangan dikaitkan dengan SARA, karena bisa merusak kondusivitas Batam,” tegas Moody, Kamis, 29 Januari 2026 malam.

Baca juga: Lembaga Adat Anambas Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Moody menjelaskan, insiden bermula dari kesalahpahaman antara petugas keamanan pengelola kawasan dengan seorang juru parkir yang diklaim telah memiliki izin. 

“Kesalahpahaman itu berujung pada tindakan kekerasan berupa pemukulan oleh oknum petugas keamanan,” ujarnya.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan serta harus diproses secara hukum. 

“Saya percayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian,” kata Moody.

Apresiasi khusus ia sampaikan kepada jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan Polresta Barelang, termasuk Kapolda Irjen Pol. Asep Safrudin dan Kapolresta Kombes Pol. Anggoro Wicaksono. 

Menurutnya, penanganan kasus dilakukan secara cepat, profesional, dan berintegritas, sehingga mencegah eskalasi dan upaya penggiringan isu.

“Polisi telah bekerja sangat baik dan bertanggung jawab, sehingga tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba menggiring persoalan ini ke arah isu SARA,” tutur Moody.

Merespons maraknya narasi di media sosial, Moody mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, LSM, dan tokoh agama, untuk tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar. Ia menegaskan, perbedaan suku, agama, dan budaya adalah anugerah dan kekuatan Kota Batam.

“Saya berasal dari Ambon, tetapi saya adalah warga Batam. Batam adalah rumah kita bersama,” ucapnya. Moody juga mengingatkan agar istilah bernuansa pengelompokan seperti “pendatang” dihindari dalam ruang publik.

Baca juga: 11 ABK Penyelundup 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia Dideportasi dan Ditangani Bareskrim

Secara terpisah, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menguatkan pesan yang sama. Ia menegaskan Batam adalah rumah bersama bagi beragam latar belakang.

“Perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, hendaknya disikapi dengan kepala dingin, hati jernih, dan semangat persaudaraan,” kata Asep.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Batam untuk bersama-sama menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :