Pemko Batam Pastikan Anak-Anak Pengungsi Luar Negeri Tetap Bisa Sekolah, 67 Anak Sudah Masuk Kelas Formal
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan satu pun anak kehilangan hak belajarnya, termasuk bagi mereka yang berstatus pengungsi luar negeri. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan akses pendidikan yang inklusif bagi anak-anak tersebut selama berada di Batam.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 67 anak pengungsi kini telah resmi mengenyam pendidikan formal di berbagai sekolah di Batam. Tak hanya itu, 38 anak lainnya juga sedang dipersiapkan melalui program khusus agar nantinya siap beradaptasi dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia.
Laporan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/2026).
Dalam rapat yang diinisiasi oleh Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri tersebut, Firmansyah menekankan pentingnya pendidikan sebagai hak dasar yang tidak memandang kewarganegaraan.
"Akses pendidikan menjadi salah satu fokus utama Pemko Batam. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak belajarnya selama berada di sini," ujar Firmansyah.
Menariknya, perhatian Pemko Batam tidak hanya terbatas pada sekolah reguler. Bagi anak pengungsi yang memiliki kebutuhan khusus, pemerintah telah memfasilitasi mereka untuk bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) di Batam.
Saat ini, total terdapat 359 pengungsi di Batam yang berada di bawah pengawasan International Organization for Migration (IOM). Firmansyah merinci bahwa seluruh pengungsi ini ditempatkan di dua lokasi penampungan sementara yang resmi.
"Para pengungsi saat ini tersebar di dua lokasi, yakni Hotel Kolekta Lubuk Baja dan Akomodasi Non-Detensi Sekupang. Kami terus bersinergi dengan IOM dan pihak terkait untuk memastikan penanganan mereka berjalan sesuai koridor kemanusiaan dan aturan yang berlaku," pungkasnya.
Langkah ini mempertegas posisi Batam sebagai kota yang mampu menyeimbangkan stabilitas daerah dengan misi kemanusiaan internasional, khususnya dalam menjamin masa depan anak-anak pengungsi melalui bangku sekolah.

Komentar Via Facebook :