Bidan Potong Jari Bayi Saat Caesar, Alasannya 'Bayinya Bergerak'?

Bidan Potong Jari Bayi Saat Caesar, Alasannya

Tangkapan layar video bayi seorang pasien di Tiongkok terpotong.

Nurjali

Batam, Batamnews - Sebuah insiden medis yang menyayat hati terjadi di Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Xuyi, Tiongkok. Seorang bayi baru lahir mengalami kehilangan bagian jari tangan kirinya saat proses persalinan dengan operasi caesar pada 25 Desember tahun lalu.

Ayah sang bayi, Bapak Sheng, menyatakan kekesalannya. Menurut penuturannya, pihak rumah sakit awalnya memberi alasan bahwa jari bayi terpotong karena sang bayi "terlalu aktif bergerak". 

Bapak Sheng menolak keras penjelasan ini dan menyebut kejadian ini sebagai "kesalahan fatal yang tak seharusnya terjadi".

Baca juga: Digagalkan Warga, Dua Pelaku Curanmor Motor di Sagulung Satu Tertangkap Satu Kabur

Ia juga mengungkapkan, meski bayinya lahir pukul 10.30 pagi, kabar tentang luka tersebut baru disampaikan kepadanya sekitar tengah hari. Pihak rumah sakit kemudian menjelaskan bahwa bidan yang bertugas tidak sengaja memotong jari bayi saat memotong tali pusar.

Karena kompleksitas operasi yang dibutuhkan, bayi mungil itu harus dirujuk ke beberapa rumah sakit. 

Akhirnya, penanganan berhasil dilakukan di Rumah Sakit Rakyat No. 9 Wuxi, di mana jari tengah kiri bayi tersebut berhasil disambung kembali. Catatan medis menyebutkan luka sebagai "amputasi tidak lengkap pada jari tengah kiri".

Komisi Kesehatan Kabupaten Xuyi telah mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (5 Januari), mengonfirmasi bahwa cedera disebabkan oleh "kesalahan operasional serius". 

Bidan yang terkait telah diberhentikan sementara dari tugasnya dan dicabut bonus kinerjanya, sementara investigasi mendalam terus berlangsung.

Rumah Sakit telah meminta maaf secara resmi kepada keluarga dan menanggung biaya pengobatan serta perujukan awal. Untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut, Bapak Sheng telah mengajukan dokumen permohonan penilaian kecelakaan medis kepada komisi kesehatan setempat.

Meski sang bayi telah diperbolehkan pulang pada 31 Desember dan kini dalam masa penyembuhan, Bapak Sheng mengungkapkan kekhawatirannya. 

Baca juga: PT ABHi Jelaskan Gangguan Air di Bengkong, Infrastruktur Jadi Tantangan Utama

Anaknya masih sering rewel dan menunjukkan tanda-tanda kesakitan. Jari yang disambung tersebut masih ditopang dengan pen kawat dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Pihak berwenang mengakui insiden ini mengungkap celah dalam manajemen keselamatan medis. Mereka menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di seluruh fasilitas kesehatan di kabupaten tersebut. 

Sementara itu, proses negosiasi kompensasi dengan keluarga akan dimulai setelah kondisi bayi dinyatakan pulih sepenuhnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :