Harga Sembako Naik Lagi, Amsakar Achmad: Batam Sangat Bergantung Pasokan Luar
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Warga Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang mulai naik di akhir tahun. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengakui bahwa kenaikan harga ini sulit dihindari karena Batam tidak bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.
Penyakit Rutin Setiap Tahun
Amsakar menjelaskan bahwa kenaikan harga sudah menjadi masalah langganan setiap kali ada hari besar, seperti Natal, Tahun Baru, atau saat anak masuk sekolah.
"Ini sudah jadi tren rutin. Kalau tidak segera dikendalikan, kenaikan harga yang awalnya sedikit bisa jadi besar dan sangat memberatkan masyarakat," kata Amsakar.
Batam Susah Kalau Daerah Lain Kena Musibah
Yang menjadi masalah besar bagi Batam adalah ketergantungan yang sangat tinggi pada daerah lain. Amsakar membeberkan bahwa stok pangan di Batam sangat ditentukan oleh kondisi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Lombok.
"Kondisinya sekarang agak berat. Daerah pemasok utama kita seperti Sumbar dan Sumut sedang banyak terkena bencana. Padahal, cabai, sayur, telur, dan ayam kita dikirim dari sana. Begitu daerah asal ada masalah, harga di Batam langsung melonjak," jelasnya.
Cuaca Buruk Jadi Penghalang
Selain masalah bencana di daerah asal, kiriman barang ke Batam juga terhambat oleh cuaca buruk. Di bulan Desember ini, curah hujan tinggi dan angin kencang membuat gelombang laut naik.
Amsakar menyebutkan bahwa pemerintah sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait ancaman cuaca ini.
"Kalau gelombang laut tinggi, distribusi barang lewat kapal jadi terganggu. Kita juga harus waspada banjir rob karena air laut pasang yang bisa menambah masalah di lapangan," tambahnya.
Hanya Bisa Andalkan Pasar Murah
Untuk mengakali harga yang terus naik, pemerintah hanya bisa melakukan langkah jangka pendek seperti mengadakan bazar murah. Dalam kegiatan itu, sembako dijual dengan potongan harga 50%.
Meski cara ini dianggap berhasil menekan angka inflasi, Amsakar mengakui bahwa selama Batam masih bergantung penuh pada pasokan dari luar daerah, harga akan selalu gampang goyang.
"Memang tidak mudah menjaga harga tetap stabil kalau rantai pasoknya terganggu dan kita sangat bergantung pada kiriman dari luar daerah," tutupnya.

Komentar Via Facebook :