Walikota Pastikan Batam Tak Impor Beras, Stok Premium Berlimpah dari Dalam Negeri
Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat diwawancarai wartawan.
Batam, Batamnews - Walikota Batam, Amsakar Achmad, dengan tegas menyatakan tidak ada impor beras ke wilayahnya dalam setahun terakhir. Semua beras yang beredar di Batam, saat ini, murni berasal dari produksi dalam negeri.
Klarifikasi langsung disampaikan Amsakar kepada Menteri Pertanian. Pertemuan itu bahkan berlangsung dini hari, pukul 04.00, di kediaman menteri.
"Saya sudah sampaikan, setelah dicek di Pemko dan BP Batam, tidak ada kegiatan impor," tegas Amsakar, Kamis, 8 Januari 2026.
Fokus pemerintah kota, lanjutnya, adalah memenuhi kebutuhan beras premium masyarakat. Karena stok di Bulog sebelumnya didominasi beras medium, Pemko Batam segera meminta pasokan premium dari daerah penghasil di Tanah Air.
Permintaan itu pun mendapat respons cepat. Pada Rabu, 26 November 2025, sebanyak 48 ton beras merek BFood tiba di Batam dari Subang via Pelabuhan Tanjung Priok. Di hari yang sama, tambahan 8 ton beras juga datang dari Lampung.
Rencana pasokan besar juga sedang diproses. Kanwil Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat) menyiapkan pengiriman 4.000 ton beras untuk memperkuat cadangan pangan Batam. Meski sempat terkendala pencarian armada transportasi, Amsakar memastikan hal ini sedang ditangani.
Dengan masuknya puluhan ton beras dan rencana ribuan ton berikutnya, Walikota Batam optimistis ketahanan pangan, khususnya beras premium, dalam kondisi aman.
Baca juga: RSBP Batam Kukuhkan Kepala Instalasi dan Ruangan, Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima
"Setelah melihat kiriman yang masuk, saya yakin cadangan beras premium kita insyaallah tidak ada masalah," ucap Amsakar.
Ia menambahkan, fluktuasi harga yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan oleh komoditas strategis lain, bukan karena kelangkaan beras. Pemerintah Kota Batam akan terus memantau harga di pasar untuk menjaga stabilitas bagi masyarakat.
Komentar Via Facebook :