Program Subsidi Bunga UMKM Batam Tersendat, dari Target 1.500 Baru 19 Akad Kredit
Program bantuan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam belum berjalan sesuai harapan. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews — Program bantuan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam belum berjalan sesuai harapan. Dari target 1.500 pelaku usaha yang ditetapkan pemerintah, hingga awal Januari 2026 tercatat baru 19 UMKM yang berhasil melakukan akad kredit.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengakui rendahnya serapan program subsidi bunga tersebut. Ia bahkan mengaku pesimis target bisa tercapai apabila pola kerja sama yang saat ini diterapkan tidak segera dievaluasi.
“Target kita seharusnya 1.500 UMKM tercapai. Tapi kalau polanya seperti ini, kita pesimis. Sekarang baru 19 orang yang akad kredit,” ujar Salim saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Program ini sejatinya disiapkan untuk meringankan beban pelaku UMKM melalui subsidi bunga pinjaman sebesar 6 persen. Pemerintah Kota Batam telah mengalokasikan anggaran hingga Rp3 miliar untuk menanggung bunga kredit tersebut. Namun, rendahnya jumlah peminjam membuat realisasi anggaran nyaris tidak bergerak.
Salim menjelaskan, apabila serapan berjalan maksimal, pemerintah bisa membayarkan bunga pinjaman hingga ratusan juta rupiah setiap bulan. Sebaliknya, dengan hanya 19 debitur, nilai bunga yang dibayarkan pemerintah sangat kecil.
“Padahal serapan kita dalam satu bulan tidak sampai Rp100 juta. Kalau peminjamnya hanya 19 orang, berapa yang kita bayar? Hanya sejuta sekian,” katanya.
Kondisi ini dinilai merugikan, tidak hanya bagi UMKM yang membutuhkan akses modal, tetapi juga dari sisi optimalisasi anggaran daerah yang sudah disiapkan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam telah menyurati Sekretaris Daerah Kota Batam selaku Ketua Tim KPD agar segera menggelar rapat evaluasi lintas pihak.
Salah satu opsi yang akan dibahas dalam evaluasi tersebut adalah memperluas kerja sama dengan lebih banyak lembaga keuangan. Tidak hanya perbankan, tetapi juga bank daerah hingga lembaga pembiayaan non-bank seperti Pegadaian.
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM di seluruh wilayah Kota Batam, sekaligus meningkatkan serapan program subsidi bunga yang telah disiapkan pemerintah.
Komentar Via Facebook :