Muhtadi Bantah Terbang 52 Kali, Klarifikasi: Cuma 14 Kali dan Biaya Pribadi untuk Keluarga

Muhtadi Bantah Terbang 52 Kali, Klarifikasi: Cuma 14 Kali dan Biaya Pribadi untuk Keluarga

Kantor Bea Cukai Batam. (Foto. Istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews - Kepala Bidang Penegakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Batam, Muhtadi, dengan tegas membantah pemberitaan yang menyebut dirinya kerap melakukan perjalanan ke luar negeri hingga 52 kali selama menjabat. Ia menyatakan jumlah sebenarnya hanya sekitar 14 kali.

"Selama saya menjabat sebagai Kabid P2 sejak tahun 2024, saya hanya sekitar 14 kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Isu yang beredar di media yang menyebutkan saya keluar negeri sebanyak 52 kali itu tidak benar," tegas Muhtadi dalam klarifikasi resminya kepada batamnews.co.id, Selasa, 6 Januari 2026.

Klarifikasi ini menanggapi sorotan publik yang muncul sehari sebelumnya, Senin, 5 Januari 2026, saat ia pertama kali membantah angka 52 kali tersebut, meski saat itu mengaku tidak ingat pasti jumlah perjalanannya.

Baca juga: Dugaan Pertemuan di Singapura Mengiringi Bolak-balik ke Luar Negeri, Pejabat Bea Cukai Batam Muhtadi: Ya Allah Itu Enggak Benar

Muhtadi kemudian merinci alasan dari belasan kali perjalanan tersebut. Menurutnya, perjalanan itu terdiri dari tiga kategori utama: tugas kedinasan, transit, dan kunjungan keluarga.

Pertama, untuk urusan dinas, ia menjelaskan bahwa sebagai wilayah perbatasan, koordinasi lintas negara sangat diperlukan. 

"Bidang P2 Bea Cukai perlu melakukan joint operation. Saya harus berkoordinasi dengan Coast Guard dan instansi luar negeri terkait. Setiap perjalanan itu selalu mengantongi surat tugas dan dilaporkan kepada pimpinan," paparnya.

Kedua, terkait transit melalui Singapura, hal itu dilakukan karena kehabisan tiket pesawat reguler usai bertugas ke luar kota. 

"Yang tersisa hanya tiket kelas bisnis dengan harga cukup mahal, sehingga saya memilih pulang ke Batam melalui Singapura untuk efisiensi biaya," jelasnya.

Ketiga, ia mengakui beberapa kunjungan ke Singapura adalah untuk urusan pribadi, yaitu menemui anaknya yang sedang bekerja di sana.

Muhtadi menekankan dengan lugas bahwa setiap perjalanan yang bersifat pribadi, termasuk saat transit dan mengunjungi keluarga, dibiayai secara mandiri. 

Baca juga: Wafatnya Abang Li Claudia Chandra, Wali Kota Amsakar Pimpin Penghormatan Terakhir

"Jika saya mengunjungi keluarga di Singapura, itu menggunakan biaya pribadi dan tidak ada menggunakan anggaran kantor atau negara," tegasnya.

Dengan penjelasan ini, Muhtadi berharap informasi yang beredar di masyarakat dapat diluruskan. Ia ingin publik memahami konteks dan alasan di balik perjalanan luar negerinya yang terbatas itu, serta memastikan bahwa tidak ada penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :