Kapolda Kepri Beri Penjelasan Soal Dugaan Video Asusila Gustian Riau

Kapolda Kepri Beri Penjelasan Soal Dugaan Video Asusila Gustian Riau

Pria dalam video tersebut diduga mirip Matan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau terus mendalami kasus beredarnya video syur yang diduga melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, yang kini telah dinonaktifkan dari jabatannya.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah keterangan terkait laporan dugaan tindak pidana pemerasan yang dilayangkan oleh Gustian Riau atas beredarnya video tersebut di media sosial.

“Gustian Riau telah melaporkan peristiwa ini ke Ditreskrimsus Polda Kepri terkait dugaan pemerasan melalui video yang beredar dan viral di media sosial. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari yang bersangkutan,” ujar Irjen Pol Asep kepada Batamnews.co.id, Selasa (6/1/2026).

Dalam proses pemeriksaan, penyidik juga meminta pelapor untuk menyerahkan nomor telepon seluler yang diduga digunakan oleh pihak yang melakukan upaya pemerasan. Namun, pelapor mengaku tidak lagi memiliki nomor tersebut.

“Penyidik telah meminta nomor telepon yang diduga digunakan untuk melakukan pemerasan, namun pelapor menyampaikan bahwa nomor tersebut sudah dihapus dan tidak tersimpan lagi,” ungkapnya.

Kapolda Kepri menegaskan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk melakukan analisis terhadap keaslian video yang beredar serta menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan konten tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menganalisis keaslian video dan mencari siapa pihak yang menyebarkannya,” pungkas Irjen Pol Asep.

Sebelumnya diberitakan, jagat media sosial di Kota Batam dihebohkan dengan beredarnya sebuah potongan video yang memperlihatkan tindakan asusila melalui sambungan video call. Pria dalam video tersebut diduga adalah Kadisperindag Batam, Gustian Riau.

Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria dengan wajah Gustian Riau sedang melakukan panggilan video dengan seorang wanita. Video tersebut menunjukkan aktivitas yang tidak senonoh (asusila), di mana pria tersebut tampak beberapa kali mengubah posisi kamera yang mengarah ke bagian tubuh tertentu sambil tetap memperlihatkan ekspresi wajah ke arah layar.

Interaksi dalam video tersebut terlihat seperti komunikasi dua arah yang bersifat pribadi, yang kemudian bocor dan tersebar luas di berbagai grup pesan singkat dan media sosial, memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, segera memberikan pernyataan resminya. Ia dengan tegas membantah keaslian video tersebut dan menyatakan bahwa dirinya adalah korban dari kemajuan teknologi rekayasa wajah atau Artificial Intelligence (AI).

"Itu di AI-nya semua itu terkait video yang beredar," ujar Gustian riau kepada batamnews.co.id, Senin (29/12/2025).

Menurut Gustian, oknum yang menyebarkan video tersebut memiliki motif jahat, yakni untuk memeras sejumlah uang. Ia mengaku telah berulang kali menjadi target upaya serupa dengan menggunakan aset digital pribadinya yang diambil dari media sosial.

"Dia meras-meras itu, meras duit. Ada banyak dia meras. Dibuatnya AI, dibuat merasnya begitu. Sudah sering yang seperti itu, sudah sering kali dibuat seperti itu. Macam-macam lagi itu, foto di Facebook, foto di mana, diambil dia, dan dijadikannya AI," jelasnya lagi.

Gustian mengungkapkan bahwa para pelaku meminta uang dalam jumlah yang cukup besar agar video tersebut tidak disebarluaskan atau dihapus.

"Karena itu dia memeras uang 20 sampai 30 juta rupiah. Nama akunnya juga macam-macam," tambahnya.

Berdasarkan penelusuran awal yang dilakukannya, Gustian menyebutkan bahwa para pelaku diduga bergerak dari luar daerah.

"Posisinya awalnya di Manado orang itu, habis itu ke Makassar," ungkapnya.

Tidak tinggal diam atas pencemaran nama baik dan upaya pemerasan yang menimpanya, Gustian Riau menyatakan niatnya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia berencana melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian agar pelaku rekayasa digital dan pemerasan tersebut dapat segera ditangkap.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :