Rusia Tuduh Ukraina Serang Warga Sipil di Malam Tahun Baru, 24 Orang Tewas di Kherson
Militer Rusia saat memeriksa serangan drone ke Rumah Presiden Rusia.
Batam, Batamnews - Rusia menuduh Ukraina melakukan serangan drone yang menewaskan sedikitnya 24 warga sipil, termasuk seorang anak, saat perayaan Tahun Baru di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia.
Serangan tersebut digambarkan sebagai serangan yang disengaja terhadap penduduk sipil, pada 1 Januari 2026.
Insiden ini menargetkan sebuah hotel dan kafe di desa pesisir Khorly, Kherson selatan, pada malam tahun baru.
Baca juga: Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York, Dilantik di Stasiun Bawah Tanah Bersejarah
Gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Rusia, Vladimir Saldo, menyebut serangan ini sebagai 'serangan sengaja' dan mengklaim banyak korban tewas terbakar hidup-hidup.
Gambar yang dirilis oleh kantornya menunjukkan bangunan terbakar, jejak darah, dan setidaknya satu jenazah yang ditutupi kain.
Kementerian Luar Negeri Rusia dan beberapa pejabat tinggi menyebut kejadian ini sebagai 'serangan teroris' dan kejahatan perang. Rusia menyatakan 50 orang terluka, termasuk enam anak-anak yang masih dirawat di rumah sakit.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, bersumpah akan membalas serangan itu dan menyatakan para komandan yang bertanggung jawab akan menjadi target.
Pejabat Rusia lainnya, termasuk juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova, menyalahkan pendukung Ukraina di Barat atas serangan ini.
Baca juga: Hasil Polling Android Headlines: Ini Ponsel dan Gadget Terbaik 2025 Versi Pembaca
Kherson adalah salah satu dari empat wilayah yang dicaplok Rusia pada 2022, sebuah tindakan yang dikutuk oleh Kyiv dan mayoritas negara-negara Barat sebagai aneksasi ilegal.
Hingga berita ini diturunkan, militer Ukraina belum memberikan tanggapan atas tuduhan dari Rusia tersebut.

Komentar Via Facebook :