Baru Saja Dikomplain Warga, Dua Pengendara Jatuh Akibat Tumpahan Tanah Proyek Cut & Fill

Baru Saja Dikomplain Warga, Dua Pengendara Jatuh Akibat Tumpahan Tanah Proyek Cut & Fill

Tampak Pengendara Terjatuh Kerena Jalanan Licin Akibat Terdapat Tumpahan Tanah dari Aktivitas Cut & Fill di Taman Raya Tahap 2A, Batam Kota, Yang Tidak Dibersihkan, Rabu (31/12/2025). (foto. hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews – Aktivitas pemotongan dan penimbunan (cut & fill) tanah di kawasan Perumahan Taman Raya Tahap 2A, Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau kembali memicu masalah. 

Kali ini, tumpahan tanah diduga menyebabkan jalanan menjadi licin dan mengakibatkan dua kecelakaan beruntun dalam waktu singkat.

Ketua Forum Tengku Sulung Squad, Rahman Yasir, melaporkan bahwa seorang ibu dan seorang bapak terjatuh dengan kendaraannya tak jauh dari lokasi proyek yang diduga dikerjakan oleh PT Renggali dan PT Dwi Mitra Sukses. 

"Kalau sudah ada korban kecelakaan gini, artinya ini sudah sangat meresahkan," tegasnya, Rabu, 31 Desember 2025.

Baca juga: Proyek Tanah Ilegal di Taman Raya Batam Kembali Beroperasi, Warga: "Bisa Tenggelam!"

Menurut Rahman, jalan yang terkena tumpahan tanah merah menjadi sangat licin saat hujan, membahayakan pengguna jalan. Ini bukan keluhan pertama. 

Beberapa bulan lalu, proyek serupa sempat dihentikan akibat protes warga karena masalah yang sama: jalan kotor, berdebu, dan licin.

"Sebelumnya beberapa bulan lalu sudah kami stop aktivitas ini... Sempat stop," ujar Rahman. Namun, proyek tersebut dilaporkan telah beroperasi kembali kemarin, memunculkan kembali keluhan dari warga RT 003 RW 024 Perumahan Taman Raya Tahap 3 dan pengguna jalan lainnya.

Merespon keluhan, Rahman dan warga mendatangi lokasi proyek. Saat tiba, pengawas proyek tidak ditemukan di tempat. Operator yang ada hanya memberikan tanggapan tidak jelas. "Saya palang lah mobil saya di pintu masuk proyek," kata Rahman.

Insiden kemudian memanas saat seorang pengawas proyek datang. Rahman menceritakan, pengawas itu hampir menabrak mobilnya dan langsung bersikap kasar.

Baca juga:  Bom Waktu di Pelabuhan Batam

"Turun dari lori dia langsung bentak-bentak berlagak preman. Sehingga terpancing lah emosi warga di sana, tapi tidak sampai beradu fisik," jelasnya.

Kejadian ini memperparah keresahan warga yang sebelumnya sudah terganggu oleh debu dan kondisi jalan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari perusahaan terkait atau pihak berwenang setempat mengenai penanganan keluhan dan insiden kecelakaan ini.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :