Krisis Identitas! Mengapa Google Pixel Semakin Tertinggal di 2025?

Krisis Identitas! Mengapa Google Pixel Semakin Tertinggal di 2025?

Google Pixel 10 Pro.

Nurjali

Batam, Batamnews - Tahun 2025 bukan tahun yang gemilang bagi divisi hardware Google. Rilis ponsel terbarunya dinilai kurang membawa terobosan berarti. Strategi ini berisiko di pasar manapun, dan lebih berbahaya lagi di luar AS—di mana persaingan dengan merek lain semakin ketat.

Memang, bisnis utama Google bukanlah hardware. Namun, dengan rutin merilis ponsel, earbud, dan smartwatch setiap tahun, mereka tetap gagal merebut pangsa pasar signifikan dari rival utama seperti Samsung dan Apple.

Meski begitu, kualitas ponsel Google perlahan membaik. Beberapa model masih layak disebut sebagai pemenang.

Baca juga: Daftar 20 Game Terbaik 2025, Didominasi Judul Indie

Pixel 10 Pro XL menjadi flagship andalan tahun ini. Secara spesifikasi, seri Pro mendapat peningkatan pada baterai dan chipset, namun mempertahankan sistem kamera triple, layar, dan desain yang tak banyak berubah dari pendahulu.

Versi standar Pixel 10 justru sering disebut sebagai "permata" dalam lini produk ini. Ponsel ini kini mengusung tiga kamera belakang, menyamai Galaxy S25 dan mengungguli iPhone 17. Fitur Pixel Snap (seperti MagSafe) dan baterai lebih besar juga menjadi nilai tambah di atas kertas.

Pixel 9a kembali membuktikan diri sebagai pemenang di segmen mid-range. Ponsel ini mendapat peningkatan ukuran layar dan kapasitas baterai yang signifikan. Ditambah harga yang kompetitif dan pilihan warna yang menarik, Pixel 9a menjadi pilihan smartphone yang andal dan tanpa banyak khawatir.

Chipset andalan Google ini jauh tertinggal dari Snapdragon 8 Elite dan Apple A18. Tak hanya secara teknis, pengujian juga menunjukkan masalah panas yang menyebabkan performa turun drastis (throttling). 

Meski baterai semua model Pixel 10 ditingkatkan, daya tahannya justru lebih buruk dibanding generasi sebelumnya—masalah yang hanya sedikit teratasi dengan update perangkat lunak.

Google memang merilis foldable yang tidak buruk: engsel baru lebih ramping, mengurangi lipatan, dan yang pertama dengan sertifikasi IP68 tahan debu. Namun, sistem kameranya sama dengan model sebelumnya dan bodinya dinilai terlalu tebal (10.8mm) serta berat (258 gram) dibanding pesaing seperti Galaxy Z Fold7. Google seakan hanya ikut-ikutan hadir di segmen ini, tanpa identitas yang kuat.

Baca juga: Ponsel Android Terbaik 2025: 7 Rekomendasi HP Murah Berkualitas Tanpa Bayar Harga Flagship!

Krisis identitas ini menjangkiti hampir seluruh lini Pixel. Awalnya dikenal sebagai jagohan kamera, kini Pixel tidak lagi menjadi yang terdepan. Dengan hardware kamera yang mulai tua, kecepatan pengisian daya yang lambat, dan chipset yang kurang maksimal, masa depan seri Pixel tampak berada di persimpangan.

Google perlu menemukan kembali "jiwa" dari produk Pixel-nya jika ingin tetap relevan dalam persaingan global yang semakin sengit.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :