Pria di Singapore Tertipu Rp 47 Juta oleh 'Perempuan Disandera' yang Dikenal di TikTok

Pria di Singapore Tertipu Rp 47 Juta oleh

Ilustrasi (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews - Seorang pria di Singapura kehilangan S$3.999 (sekitar Rp 47 juta) setelah tertipu oleh seorang wanita yang dikenalnya di TikTok. Wanita itu mengaku menjadi korban penyanderaan di sebuah rumah toko di Amoy Street dan terancam akan dijual ke dunia prostitusi.

Korban, seorang teknisi AC berusia 49 tahun bernama Lin, pertama kali dihubungi oleh wanita tersebut pada 16 Desember melalui fitur pesan TikTok. 

Wanita yang mengaku berasal dari Guangdong, China, itu bercerita bahwa ia menjadi korban penipuan investasi dan kehilangan S$20.000 tak lama setelah tiba di Singapura. Ia mengklaim kini disandera karena tidak mampu melunasi hutangnya.

Baca juga: Pendaftaran Ditutup, Ir. Mustava Satu-satunya Calon Ketua Kadin Kepri Periode 2026-2031

Awalnya Lin curiga. Namun, keraguan itu pupus ketika wanita tersebut meneleponnya sambil menangis tersedu-sedu. 

"Ia bilang akan dipaksa menjadi pekerja seks jika tidak membayar. Meski percakapan kami singkat, tangisannya meyakinkan saya," ujar Lin kepada Shin Min Daily News.

Lin berulang kali meminta melakukan panggilan video, tetapi selalu ditolak. Alasannya, sang "penyandera" tidak mengizinkannya. 

Mereka kemudian beralih ke WhatsApp, di mana Lin menyadari nomor wanita itu berasal dari Hong Kong. Wanita itu beralasan ia datang ke Singapura melalui Hong Kong.

Baru pada 19 Desember, wanita itu bersedia melakukan panggilan video singkat—kurang dari satu menit—dengan mengenakan masker wajah. "Setelah itu, ia cepat mematikan telepon," kenang Lin.

Dalam percakapan mereka, wanita tersebut mulai memanggil Lin "sayang" dan berjanji akan menjadi pacarnya jika ia bersedia melunasi hutangnya. Lin mengaku awalnya masih berhati-hati dan tidak membuat janji.

Namun, pada 20 Desember, tekanan semakin menjadi. Seorang yang mengaku sebagai "bos" wanita itu mengirimkan sebuah alamat di Amoy Street kepada Lin. Ia mengatakan Lin bisa membawa wanita itu pergi setelah membayar hutangnya.

Lin mendatangi alamat tersebut dan menemukan sebuah rumah toko dua lantai dengan pintu besi terkunci di lantai dasar. Meski ragu, ia akhirnya mentransfer S$1.000. Setelah transfer, "bos" tersebut mengatakan wanita itu tidak bisa dilepaskan karena sudah terlalu malam.

Dua hari kemudian, pada 22 Desember, wanita itu menghubungi Lin lagi meminta pertolongan. Lin mentransfer tambahan S$2.999. Tak puas, "bos" itu kembali meminta S$3.000 untuk biaya sewa. Saat itulah Lin tersadar bahwa ia telah jatuh ke dalam perangkap penipuan.

"Baru kemudian saya sadar sudah ditipu dan memutuskan untuk melaporkan ke polisi," ujarnya. Polisi mengkonfirmasi telah menerima laporan tersebut.

Investigasi Shin Min ke alamat di Amoy Street mengungkap kebohongan lainnya. Lokasi yang diklaim sebagai tempat penyanderaan ternyata adalah sebuah restoran. Pihak restoran menyatakan tidak akan menindaklanjuti masalah ini karena tidak mengetahui dan tidak terdampak oleh penipuan tersebut.

Lin mengungkapkan, ini bukan pertama kalinya ia menjadi korban penipuan. Tujuh tahun lalu, ia kehilangan sejumlah uang setelah berdonasi untuk sebuah postingan di Facebook tentang ritual dewa Thailand. Saat itu, ia tidak melapor karena kerugiannya di bawah S$1.000.

Pengalaman itu membuatnya berhenti menggunakan media sosial selama dua tahun. Ia baru mengunduh TikTok setelah rekomendasi teman. 

"Saya hanya menonton televisi atau YouTube. Saya mengunduh TikTok karena teman bilang semua orang memakainya. Tak disangka saya bisa tertipu lagi," keluhnya.

Baca juga: HPM Pasir Kuarsa Kepri Rp210.000: Pengusaha Mengeluh PAD Kabupaten Lingga Terancam Collapse

Pasca insiden ini, Lin memutuskan untuk menghapus semua akun media sosialnya. Ia kini hanya menggunakan platform seperti YouTube untuk hiburan, sebagai langkah pencegahan agar tidak tertipu lagi di masa depan.

Kasus ini mengingatkan publik akan modus penipuan yang memanfaatkan rasa belas kasihan dan kedekatan emosional secara daring. Otoritas terus mengimbau masyarakat untuk selalu verifikasi identitas dan waspada terhadap permintaan transfer uang dari orang yang tidak dikenal.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :