Lengkap: Daftar 18 Proyek Hilirisasi Rp 618 T Danantara ada Natuna dan Riau, 6 Proyek Mulai 2026

Lengkap: Daftar 18 Proyek Hilirisasi Rp 618 T Danantara ada Natuna dan Riau, 6 Proyek Mulai 2026

Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, di Istana Merdeka.

Nurjali

Batam, Batamnews - Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) atau Danantara mempersiapkan percepatan pembangunan proyek-proyek strategis hilirisasi. Setidaknya 5 hingga 6 proyek di antaranya direncanakan memulai konstruksi atau groundbreaking pada awal Januari 2026.

Hal ini disampaikan langsung oleh CEO Danantara, Danantara Rosan Roeslani, usai melapor kepada Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 17 Desember 2025.

"Tadi saya juga lapor ke Pak Presiden bulannya, tetapi kita bikin pada awal Januari kita groundbreaking di 5 - 6 proyek ya," ujar Rosan.

Baca juga: Inflasi Batam Tembus 3,19 Persen, Emas Perhiasan hingga Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Beberapa proyek yang disebutkan akan segera dimulai antara lain:

  • Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan aluminium smelter di Mempawah, Kalimantan Barat.
  • Kilang bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah.
  • Pabrik bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur.

Rosan memberikan detail awal untuk tiga proyek tersebut:

1. Smelter Aluminium di Mempawah, Kalbar
Proyek pengembangan PT Inalum ini membutuhkan investasi hingga Rp 60 triliun. Dengan kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun, proyek yang ditargetkan tuntas pada 2028 ini berpotensi menyerap 14.700 tenaga kerja.

2. Pabrik Bioavtur di Cilacap, Jateng
Dikelola PT Kilang Pertamina International (KPI), proyek fase 2 Green Refinery Cilacap ini menargetkan produksi 6.000 barel Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) per hari pada 2027. Kilang ini mengolah minyak nabati menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan.

3. Pabrik Bioetanol di Banyuwangi, Jatim
Kerja sama Pertamina NRE dan PT Sinergi Gula Nusantara (anak usaha PTPN III) ini ditargetkan beroperasi tahun 2026 dengan kapasitas produksi 30 ribu kiloliter bioetanol per tahun.

Keenam proyek yang akan segera dimulai itu merupakan bagian dari 18 proyek hilirisasi yang dicanangkan pemerintah dan dikelola Danantara. Skema besar ini mencakup pengolahan komoditas mineral, kimia, hingga hasil perkebunan, dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp 618 triliun.

Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 270.000 orang dan sebagian besar berlokasi di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pembangunan.

Saat ini, seluruh proyek masih dalam tahap penyelesaian studi kelayakan. Beberapa inisiatif lain yang didorong termasuk pengembangan Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi impor LPG, pengolahan nikel, tembaga, hingga berbagai produk turunan kelapa sawit dan kelapa.

Rencana groundbreaking awal 2026 ini menandai fase percepatan nyata dalam agenda hilirisasi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.

Baca juga: Menko Airlangga Paparkan Regulasi Baru dan Peluang Investasi Batam, Bintan dan Karimun di Hadapan Investor Singapura

Berikut daftar 18 proyek tersebut:

  1. Industri Smelter Aluminium (Bauksit) Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp60 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 14.700 orang.
  2. Industri DME (batu bara) di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, Banyuasin dengan nilai investasi Rp164 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 34.800 orang.
  3. Industri aspal di Buton, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi Rp1,49 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 3.450 orang.
  4. Industri Mangan Sulfat di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai investasi Rp3,05 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 5.224 orang.
  5. Industri Stainless Steel Slab (Nikel) di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai investasi Rp38,4 Triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 12.000 orang.
  6. Industri Copper Rod, Wire & Tube (katoda tembaga) di Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp19,2 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 9.700 orang.
  7. Industri Besi Baja (Pasir Besi) di Kabupaten Sarmi, Papua dengan nilai investasi Rp19 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 18.000 orang.
  8. Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit) di Kendawangan, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp17,3 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 7.100 orang.
  9. Industri Oleoresin (Pala), di Kabupaten Fakfak, Papua Barat dengan nilai investasi Rp1,8 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 1.850 orang.
  10. Industri Oleofood (Kelapa Sawit) di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) Rp3 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 4.800 orang.
  11. Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MCT), Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa) di Kawasan Industri Tenayan, Riau dengan nilai investasi Rp2,3 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 22.100 orang.
  12. Industri Chlor Alkali Plant (Garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan NTT dengan nilai transaksi Rp16 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 33.000 orang.
  13. Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia) di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan nilai investasi Rp1 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 27.600 orang.
  14. Industri Carrageenan (Rumput Laut) di Kupang, NTT dengan nilai investasi sebesar Rp212 miliar. Potensi lapangan kerja sebanyak 1.700 orang.
  15. Oil Refinery di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak dengan nilai investasi sebesar Rp160 Triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 44.000 orang.
  16. Oil Storage Tanks di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak dengan nilai investasi sebesar Rp72 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 6.960 orang.
  17. Modul Surya Terintegrasi (Bauksit dan Silika) di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp24 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 19.500 orang.
  18. Industri Bioavtur (Used Cooking Oil) di KBN Marunda, Kawasan Industri CIkarang dan Kawasan Industri Karawang dengan nilai investasi Rp16 triliun. Potensi lapangan kerja sebanyak 10.152 orang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :