Tekan Angka Kecelakaan Terhadap Pelajar! Satlantas Polresta Barelang Luncurkan Kurikulum Lalu Lintas di Tingkat SD-SMP
Forkompinda Kota Batam Melaksanakan Peresmian Launching Kurikulum Lalu-Lintas di Tonga Sekolah Dasar (SD) Hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Batam, Rabu (17/12/2025). (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Polresta Barelang bersama lima pilar keselamatan lalu lintas meluncurkan Kurikulum dan Buku Pendidikan Lalu Lintas di Ballroom Hotel Harris Batam Center pada Rabu (17/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini, mengingat pelajar menjadi kelompok korban terbanyak dengan angka 5,2 persen berdasarkan data tahun 2025.
Data Kecelakaan Naik, Fatalitas Turun 59 Persen
Ketua Panitia Pelaksana Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menyampaikan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di Batam menunjukkan tren peningkatan selama tiga tahun terakhir.
"Tahun 2023 ada 800 kasus, 2024 menjadi 917 kasus, dan hingga Desember 2025 tercatat 979 kasus," ujarnya.
Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan. "Tahun 2023 ada 96 jiwa, 2024 78 jiwa, dan tahun ini hanya 32 jiwa, atau penurunan sebesar 59 persen," jelas Kompol Afiditya.
Penurunan ini dihasilkan dari kolaborasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan BP Batam melalui berbagai upaya seperti pemasangan rambu jalan, penanganan titik rawan, hingga pemisahan jalur kendaraan.
Kegiatan peluncuran memiliki lima tujuan utama, antara lain mensosialisasikan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi Batam, menjadikannya sarana edukasi pelajar, menciptakan media pembelajaran kreatif, meningkatkan sinergitas antar instansi, serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas pada pelajar.
Sebelum peluncuran, Polresta Barelang telah melakukan serangkaian persiapan, termasuk rapat bersama Pemerintah Kota Batam, penyusunan silabus dan kurikulum, pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi guru PPKn, penyusunan draf MoU, pencetakan 2.500 buku ajar siswa, 250 buku silabus, dan 250 buku panduan guru, serta pemasangan fasilitas pendukung di 30 sekolah yang akan dilanjutkan bertahap.
Wali Kota Batam: Program Ini Transformasi Sistem Nilai Anak-anak
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik peluncuran program ini dan menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang lalu lintas, tetapi juga pembentukan karakter.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah mentransformasi sistem nilai kepada anak-anak kita. Dengan silabus yang sistematis, kita berharap nilai-nilai keselamatan lalu lintas dapat terinternalisasi, menjadi kebiasaan, dan membentuk karakter generasi masa depan," ucapnya.
Ia juga mengingatkan tentang fenomena ironis di mana masyarakat Indonesia bisa disiplin di luar negeri namun kurang konsisten di dalam negeri.
"Hal ini terjadi karena proses sosialisasi nilai sejak usia dini belum berjalan secara konsisten. Maka dari itu, penting bagi para kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan program ini dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Kapolda Kepri: Disiplin Harus Ditanamkan Sejak Dini Melalui Kurikulum
Kapolda Kepri, Irje Pol Asep Safrudin, berbagi pengalaman pribadi selama belajar di Belanda pada tahun 1997.
"Di sana saya menyaksikan bagaimana disiplin dan budaya tertib benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena ditanamkan sejak usia dini melalui kurikulum pendidikan," katanya.
Menurutnya, cita-citanya selama 25 tahun terakhir kini mulai terwujud di Batam. "Budaya tertib dan disiplin bukan sekadar soal lalu lintas, tetapi cerminan peradaban masyarakat. Batam yang berpotensi menjadi kota internasional harus siapkan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga manusianya," pungkas Kapolda Kepri.
Peserta kegiatan meliputi 30 kepala sekolah SD Negeri, 30 kepala sekolah SMP Negeri, serta 30 siswa SD dan 30 siswa SMP se-Kota Batam. Pada kesempatan ini juga ditampilkan penampilan Polisi Kecil (Pocil) dari SD Negeri 001 Batu Aji yang diikuti oleh 15 siswa.

Komentar Via Facebook :