Kapolda Kepri Dalami Dugaan TPPO dalam Kasus Pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, Bersama Direskrimum dan Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah, Saat Mengunjungi Polsek Batuampar Rabu (3/12) lalu. (Foto: dok.Spripim Polda Kepri)
Batam, Batamnews – Kasus pembunuhan terhadap Dwi Putri Aprilian Dini tidak hanya mengguncang publik, tetapi juga menjadi perhatian serius bagi Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin.
Selain menilai tindakan penganiayaan para pelaku sebagai perbuatan keji dan tidak berperikemanusiaan, ia juga memerintahkan jajarannya untuk mendalami kemungkinan adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan jaringan perekrutan calon pekerja dari berbagai daerah.
"Saya sudah sambangi para pelaku ke Polsek Batuampar dan kasus ini akan kita dalami TPPO-nya," ujar Asep saat ditemui di Hotel Beverly, Kamis (4/12/2025) pagi.
Asep menyebut dirinya terkejut mendengar kronologi penyiksaan yang dialami korban. Ia menilai tindakan pelaku sangat sadis karena penganiayaan dilakukan secara berulang dalam kurun waktu berhari-hari hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.
"Kasus ini masih akan kita dalami, bisa saja ada korban lainnya dari para pelaku ini," katanya.
Kapolda juga menanggapi isu mengenai kuasa hukum keluarga korban yang akan menunjuk pengacara kondang Hotman Paris untuk mendampingi proses hukum.
Menurut Asep, pihaknya tidak mempermasalahkan siapapun yang ditunjuk sebagai pendamping hukum keluarga. Ia menegaskan bahwa penyidikan telah dilakukan sesuai prosedur dan seluruh pelaku utama dalam kasus penganiayaan tersebut telah berhasil diamankan.
"Saya juga sudah perintahkan Kapolresta Barelang untuk memberikan keterangan, jika ada tim kuasa hukum menanyakan permasalahan ini," ujarnya.
Terkait dugaan TPPO, Asep menyampaikan bahwa penyelidikan akan dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Ditreskrimum Polda Kepri. Indikasi awal menunjukkan bahwa perekrutan korban dan calon pekerja lainnya dilakukan melalui media sosial, bahkan diduga ada yang sengaja didatangkan dari kota lain.
"Bisa saja ada korban lain dalam kasus ini, tetapi kita masih dalami," tegasnya.
Asep memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini, baik dari sisi penganiayaan hingga dugaan jaringan TPPO. Ia berharap masyarakat yang memiliki informasi tambahan dapat bekerja sama dengan kepolisian untuk membuka fakta yang sebenarnya.

Komentar Via Facebook :