Polda Kepri Gelar Pelatihan Teknis Humas 2025, Tekankan Profesionalitas Foto Jurnalistik dan Etika Publikasi
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin Saat Membuka Latihan Peningkatan dan Kemampuan Fungsi Tekhnis Humas di Hotel Beverly, Kamis (4/12) pagi. (Foto: Rezza Herdiyanto/PFI Kepri)
Batam, Batamnews – Polda Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat kapasitas kehumasan melalui kegiatan Latihan Peningkatan dan Kemampuan Fungsi Teknis Humas Tahun 2025 yang digelar di Aula Beverly Hotel, Kamis (4/12/2025) pagi.
Pelatihan ini diikuti oleh personel Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) jajaran Polda Kepri serta perwakilan humas Polresta se-Kepri. Fokus utama pelatihan diarahkan untuk memperkuat kemampuan dalam penyajian informasi publik, terutama penguasaan foto jurnalistik yang berkualitas, beretika, dan sesuai standar jurnalistik.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, saat membuka acara, menegaskan bahwa profesionalitas humas merupakan elemen penting dalam strategi komunikasi Polri. Menurutnya, setiap informasi yang dikeluarkan institusi harus tepat, akurat, dan dipublikasikan melalui format yang benar, termasuk kemampuan mengambil dan menggunakan foto yang sesuai kaidah jurnalistik.
“Pelatihan ini penting untuk mendukung strategi media Polri. Isi informasi jangan asal-asalan. Foto harus mampu menjelaskan kejadian, dan personel wajib memahami kode etik serta standar jurnalistik,” tegas Kapolda di hadapan peserta.
Asep menambahkan bahwa kualitas penulisan dan penyajian visual yang baik turut membentuk citra Polri. Ia mengingatkan bahwa dokumentasi foto bukan sekadar pelengkap publikasi, tetapi juga bagian dari proses penyidikan serta arsip institusi.
“Karena itu saya meminta, semua peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menerapkan ilmu tersebut dalam tugas sehari-hari,” katanya.
Selain mendukung publikasi konvensional, Asep juga menyoroti pentingnya pengelolaan media sosial yang kini menjadi salah satu kanal utama bagi institusi dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, media sosial menuntut ketepatan, kecepatan, dan narasi visual yang komunikatif agar informasi tidak disalahartikan dan mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
“Kita dituntut menjadi jurnalis untuk institusi kita sendiri. Narasi harus kuat, informatif, dan membawa pesan yang mengayomi masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri, dipimpin langsung oleh Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan. Selain menyampaikan teknik dasar hingga lanjutan fotografi jurnalistik, Tommy juga mengingatkan bahwa etika visual merupakan pilar utama dalam penyajian berita, terutama saat meliput peristiwa sensitif.
“PFI berkomitmen menjaga profesionalitas dan etika jurnalistik, foto bukan hanya dokumentasi, tapi harus memberi manfaat edukatif dan informatif bagi publik,” katanya.
Dukungan juga diberikan Dewan Komite Etik PFI Kepri, Yusuf Hidayat, yang memberikan pandangan mengenai prinsip kerja jurnalistik serta pentingnya menjaga konteks setiap peristiwa dalam karya visual. Ia menegaskan bahwa penguasaan etika foto sangat vital agar publikasi tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, sambung Yusuf, PFI Kepri berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara insan pewarta foto dan humas kepolisian. Peserta PPID serta perwakilan Polresta se-Kepri diharapkan mampu menerapkan teknik fotografi jurnalistik yang benar dan etis dalam setiap rilis resmi, sehingga kualitas komunikasi publik Polda Kepri semakin kredibel, edukatif, dan profesional ke depannya.

Komentar Via Facebook :