Sebelum Disiksa, Dwi Putri Dilukis Wilson Layaknya Badut
Saat Korban Mendapatkan Penyiksaan yang dilakukan oleh para pelaku di Mess Jodoh Permai, Batu Ampar, Kota Batam. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Sebelum kehilangan nyawanya, Dwi Putri Aprilian Dini didandani layaknya badut. Ia kemudian diborgol dan disiksa. Air disiramkan ke mulutnya, membuatnya tak kuasa menahan penderitaan hebat tersebut.
Dwi diduga meninggal di lokasi kejadian, di sebuah mess LC kawasan Jodoh, Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Wilson lalu membawa jasad Dwi ke RS Elisabeth di Sagulung, tempat ia dinyatakan telah meninggal dunia.
Ia bahkan sempat berusaha menguburkan jasad Dwi secara diam-diam dan mencari ustaz, namun upaya itu gagal setelah aksinya diketahui pihak lain.
Setelah itu, Wilson bersama tiga tersangka lainnya—Melika, Putri, dan Charles—berupaya menghilangkan jejak dan barang bukti. CCTV dibuang, begitu pula nota pembelian lakban dan perlengkapan lain yang digunakan.
Tindakan keji Wilson diduga dipicu penolakan Dwi untuk menjadi LC. Ia dikenakan denda penalti jutaan rupiah yang tidak mampu ia bayar.
Seperti pola kekerasan yang dialami LC lainnya, siapa pun yang dianggap bermasalah akan disiksa—dan Dwi menjadi salah satu korbannya. Ia tidak sanggup menahan penyiksaan hingga akhirnya wafat.
Baca juga: Air Selang Disemprot ke Hidung, CCTV Dilepas: Ini Peran Masing-masing Pelaku
Peristiwa tragis ini akhirnya terungkap. Dwi Putri telah pergi. Ia tidak merasakan sakit lagi. Pengorbanan nyawanya membuka tabir aksi keji yang selama ini dilakukan Wilson dan komplotannya.
Selamat jalan, Dwi Putri Aprilian Dini. Semoga mendapat tempat terbaik.

Komentar Via Facebook :